MADIUN (Lentera) - Kabupaten Madiun kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, bukan karena identitasnya sebagai Bumi Kampung Pesilat, melainkan keberhasilannya menciptakan terobosan pembiayaan pembangunan di luar skema anggaran konvensional.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun berhasil meraih Peringkat I Nasional kategori Creative Financing (Pembiayaan Kreatif) tingkat kabupaten dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam malam apresiasi yang berlangsung di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai inovasi pembiayaan yang dilakukan pemerintah daerah melalui optimalisasi sumber daya, pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR), digitalisasi keuangan, hingga kerja sama strategis dengan pihak swasta.
"Kunci utama Pemkab Madiun mengungguli daerah lain adalah keberanian melakukan lompatan inovasi pada sektor infrastruktur strategis melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," ujar Hari Wuryanto, Senin (8/6/2026).
Salah satu proyek unggulan yang menjadi perhatian pemerintah pusat adalah program pemasangan Alat Penerangan Jalan (APJ) melalui skema KPBU. Program tersebut kini menjadi rujukan nasional setelah berhasil menghadirkan 7.459 titik lampu LED yang menerangi sekitar 300 kilometer ruas jalan hingga wilayah pedesaan.
Menurut Hari, proyek tersebut memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi anggaran daerah. Tagihan listrik penerangan jalan yang sebelumnya mencapai lebih dari Rp14 miliar pada 2023 berhasil ditekan menjadi sekitar Rp5 miliar pada periode 2025-2026.
Selain itu, skema pembiayaan kreatif dinilai mampu mempercepat pembangunan fasilitas publik yang jika hanya mengandalkan APBD membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk direalisasikan.
"Dampak sosialnya juga nyata, yaitu membantu menekan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas pada malam hari," katanya.
Tak berhenti pada proyek lampu jalan, Pemkab Madiun kini menyiapkan skema pembiayaan kreatif serupa untuk program preservasi jalan kabupaten. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyusunan dokumen Outline Business Case (OBC) yang mendapat fasilitasi dari Kementerian Keuangan.
Strategi itu ditempuh untuk menjaga kualitas dan kemantapan infrastruktur jalan di Kabupaten Madiun di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah.
Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, penghargaan kategori Creative Financing diberikan kepada sejumlah daerah terbaik di Indonesia.
Untuk tingkat provinsi, peringkat pertama diraih DKI Jakarta dan peringkat kedua Banten. Pada tingkat kabupaten, Kabupaten Madiun menempati posisi pertama, disusul Kabupaten Sleman di posisi kedua dan Kabupaten Gianyar di posisi ketiga. Sementara untuk tingkat kota, Kota Surabaya meraih peringkat pertama, diikuti Kota Bogor dan Kota Semarang.
Prestasi tersebut semakin mengukuhkan Kabupaten Madiun sebagai salah satu daerah yang berhasil menghadirkan inovasi pembiayaan pembangunan sekaligus menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain di Indonesia.
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor: Santi





.jpg)
