08 June 2026

Get In Touch

Trump Klaim Militer Iran Lumpuh: Hanya 22 Persen Rudal yang Masih Tersisa

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (foto: NYT)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (foto: NYT)

JAKARTA (Lentera) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim kemampuan militer Iran mengalami kelumpuhan m setelah serangkaian serangan udara yang dilancarkan pasukan AS. Menurutnya, sebagian besar fasilitas produksi rudal dan drone Iran telah dihancurkan sehingga hanya menyisakan sekitar 22 persen dari kapasitas persenjataan sebelumnya.

"Sebagian besar pabrik drone, landasan peluncuran, serta area manufaktur rudal mereka telah dihancurkan. Namun, mereka masih memiliki kapasitas. Mereka masih memegang beberapa rudal dan drone," ujar Trump, mengutip Bloomberg, Minggu (7/6/2026).

Namun Trump mengakui Teheran masih memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan menggunakan rudal maupun drone.

Ia memperkirakan sisa persenjataan Iran saat ini berada di kisaran 21 hingga 22 persen dari total kekuatan yang dimiliki sebelum konflik bersenjata pecah.

"Secara persentase, mungkin tersisa 21% sampai 22% dari total rudal mereka. Itu masih jumlah yang banyak, tetapi situasinya sudah tidak sama lagi seperti saat pertama kali kita menyerang," katanya.

Pernyataan Trump muncul setelah Iran pada awal pekan ini meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone ke sejumlah kawasan di Teluk Persia. Salah satu serangan tersebut dilaporkan menghantam Bandara Internasional Kuwait, sehingga semakin meningkatkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Selain menyoroti kondisi militer Iran, Trump juga memberikan sinyal jalur diplomasi antara Washington dan Teheran masih berada dalam ketidakpastian. Ia membuka kemungkinan Amerika Serikat tidak akan menandatangani kesepakatan damai apabila proses negosiasi tidak menghasilkan kesepahaman.

Menurut Trump, pemerintahannya masih mengevaluasi berbagai opsi yang dapat ditempuh dalam merespons perkembangan konflik tersebut.

"Apakah kita akan menandatangani kesepakatan, atau kita akan menempuh cara yang lain? Dan cara yang lain itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan," kata Trump.

Editor: Santi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.