07 June 2026

Get In Touch

Melaju ke Final Indonesia Open 2026, Jonatan akan Menghadapi Wakil Kanada Victor Lai

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengembalikan kok ke pebulu tangkis Thailand Panitchaphon Teeraratsakul pada babak semifinal Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). (foto:ist/Ant)
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengembalikan kok ke pebulu tangkis Thailand Panitchaphon Teeraratsakul pada babak semifinal Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). (foto:ist/Ant)

JAKARTA (Lentera) - Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie akhirnya menemukan jalan ke final BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026 setelah melalui penantian panjang di turnamen kandang sendiri.

Jonatan memastikan lolos ke partai puncak, setelah bangkit dari tekanan untuk mengalahkan wakil Thailand Panitchaphon Teeraratsakul 16-21, 21-10, 21-12 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta melansir Antara, Sabtu (6/6/2026).

“Betul, ini final pertama saya di Indonesia Open. Bisa melangkah sejauh ini sangat berarti, karena saya sudah menantikannya cukup lama. Saya terus mencoba mencari formula yang tepat, dan mungkin waktunya memang tahun ini,” kata Jonatan seusai pertandingan.

Kemenangan itu membuat Jonatan tinggal satu langkah meraih gelar Indonesia Open pertamanya. Lebih dari itu, Jojo, sapaan akrabnya, juga menjaga harapan tuan rumah untuk mengakhiri paceklik gelar tunggal putra, yang terakhir kali dipersembahkan Simon Santoso pada 2012.

Pencapaian terbaik Jojo sebelumnya di Indonesia Open terjadi pada 2021 ketika mencapai semifinal. Kala itu, ia kalah dari Viktor Axelsen asal Denmark dengan skor 21-19, 21-15

Bagi Jonatan, final Indonesia Open bukan sekadar pencapaian lain dalam kalender turnamen. Istora selalu memiliki arti berbeda, karena di tempat itu dukungan dan tekanan datang bersamaan. Setiap poin terasa lebih keras, setiap kesalahan lebih terdengar, dan setiap kemenangan selalu membawa harapan besar publik sendiri.

Jonatan sempat berada dalam situasi sulit pada gim pertama. Panitchaphon tampil berani, dengan permainan cepat dan pukulan keras yang membuat Jonatan tidak langsung menemukan ritme terbaiknya.

Kondisi shuttlecock yang terasa lebih cepat dibandingkan hari-hari sebelumnya, juga membuat Jonatan terlambat beradaptasi. Situasi itu menguntungkan Panitchaphon yang memiliki tipe permainan menyerang.

“Bersyukur, puji Tuhan bisa melaju ke final setelah pertandingan yang cukup menegangkan. Kondisi bolanya hari ini cukup berbeda dibanding beberapa hari sebelumnya. Hari ini bolanya sangat cepat dan itu menguntungkan pemain Thailand karena tipe permainannya menyerang dan memiliki smes kencang,” ujar Jonatan.

Pada gim pembuka, Jonatan beberapa kali memberi bola tanggung yang langsung dimanfaatkan Panitchaphon untuk menekan. Wakil Thailand itu bermain lebih lepas, mengambil bola lebih awal, dan memaksa Jonatan lebih banyak bertahan.

Jonatan sempat mencoba mengejar setelah tertinggal jauh, tetapi Panitchaphon tetap mampu menjaga keunggulan dan menutup gim pertama 21-16.

“Pada gim pertama saya kurang mengantisipasi hal itu, sehingga dia mendapat banyak poin. Pada gim kedua saya mulai bisa mengantisipasi permainan dia,” kata Jonatan.

Perubahan mulai terlihat pada gim kedua. Jonatan tidak lagi terpancing mengikuti tempo cepat lawan. Ia memperlambat permainan, memperbanyak reli, dan memaksa Panitchaphon bekerja lebih keras untuk mendapatkan poin.

Strategi itu membuat arah pertandingan berbalik. Panitchaphon yang sebelumnya leluasa menyerang mulai kehilangan ketepatan pukulan, sementara Jonatan semakin nyaman mengatur tempo dari satu reli ke reli berikutnya.

Gim kedua menjadi milik Jonatan dengan skor telak 21-10. Momentum itu berlanjut pada gim penentuan. Jojo tampil lebih tenang, tidak terburu-buru menyerang, dan menjaga jarak poin sejak awal hingga akhirnya menutup laga 21-12.

Kemenangan tersebut juga menunjukkan kedewasaan Jonatan dalam membaca pertandingan. Ketika gim pertama lepas, ia tidak panik. Ia memilih mengubah pendekatan, menahan diri, dan perlahan mengambil kembali kendali permainan.

Di final, Jonatan akan menghadapi wakil Kanada, Victor Lai yang lebih dulu membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan keenam Taiwan, Chou Tien Chen 21-19, 19-21, 21-19.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.