05 June 2026

Get In Touch

Puluhan Siswa dan Beberapa Orang Tua di Bangkalan, Diduga Keracunan Menu MBG

Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika saat meninjau siswa diduga keracunan makanan di Puskesmas Kokop, Bangkalan, Jumat (5/6/2026). (foto:ist/Ant/Pemkab Bangkalan)
Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika saat meninjau siswa diduga keracunan makanan di Puskesmas Kokop, Bangkalan, Jumat (5/6/2026). (foto:ist/Ant/Pemkab Bangkalan)

BANGKALAN (Lentera) - Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengusut insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dan beberapa orang tua siswa SMA Negeri 1 Kokop, setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami telah melakukan investigasi mendalam dengan meminta keterangan kepada para korban dan mengamankan sampel makanan," kata Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika di Bangkalan mengutip Antara, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan, kasus dugaan keracunan makanan di SMA Negeri 1 Kokop Bangkalan itu terjadi, pada Kamis (4/6/2026) setelah siswa mengonsumsi makanan yang disajikan dari program MBG.

Sebanyak 84 orang siswa di sekolah itu, mengalami mual dan muntah-muntah. Tidak hanya siswa, sebagian orang tua juga ada yang mengalami keracunan, karena sebagian makanan dibawa pulang dan dikonsumsi orang tua mereka.

"Jadi, selain siswa ada juga ada wali siswa yang terdampak. Ini terjadi karena makanan dibawa pulang, lalu dikonsumsi oleh orang tua mereka," jelasnya.

Selain meminta keterangan kepada siswa yang mengalami keracunan, Satgas MBG Bangkalan juga telah mendatangi penyedia makanan secara langsung.

Menurut Bambang, saat meninjau kondisi penyedia makanan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Satgas MBG menemukan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi itu belum diperbarui.

"Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan terkait kasus ini, untuk melakukan uji klinis. Petugas medis di lapangan juga sudah mengamankan sampel makanan sisa dan sampel muntahan dari siswa terdampak, untuk dibawa dan diperiksa secara intensif di laboratorium Surabaya," paparnya.

Sementara itu, dari 84 orang siswa yang mengalami keracunan, hingga Jumat (5/6/2026) sebanyak 12 orang masih menjalani perawatan di Puskesmas Kokop, Bangkalan.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.