SURABAYA ( LENTERA ) - Gaya pernikahan minimalis berbasis setelan blazer dan rok kembali mencuri perhatian setelah penyanyi Dua Lipa menikah dengan aktor Callum Turner dalam upacara intim di London. Penampilan tersebut langsung diprediksi akan menjadi tren baru busana pengantin modern karena memadukan kesan formal, kasual, dan nonkonvensional dalam satu tampilan yang kuat secara gaya.
Minggu lalu, pasangan ini meresmikan hubungan mereka dalam sebuah acara sederhana di Old Marylebone Town Hall, London. Foto-foto yang memperlihatkan keduanya di tangga balai kota dengan hujan konfeti menjadi viral. Sorotan utama justru tertuju pada busana pengantin Dua Lipa yang tidak berupa gaun klasik, melainkan setelan blazer dan rok warna putih gading yang disebut mengingatkan pada gaya ikonik era 1970-an.
Setelan tersebut memiliki kemiripan dengan gaya pengantin nontradisional yang dipopulerkan oleh sosialita Bianca Jagger saat menikah dengan Mick Jagger pada 1971. Pada masa itu, pilihan busana Bianca dianggap sangat tidak konvensional, namun kini justru dipandang sebagai salah satu referensi penting dalam sejarah mode pengantin modern. Dalam beberapa tahun terakhir, gaya ini kembali muncul ke permukaan dan dikenakan ulang oleh sejumlah figur publik seperti Amal Clooney dan Emily Ratajkowski dalam versi yang lebih kontemporer.
Dalam laporan yang dikutip dari The Guardian terkait Bianca Jagger, stylist Rosie Boydell-Wiles menjelaskan alasan mengapa gaya ini terus relevan hingga sekarang.
“Penampilan pengantin terbaik dalam sejarah adalah penampilan di mana kamu dapat melihat bahwa pengantin wanita benar-benar telah memikirkan siapa dirinya, apa yang cocok untuknya, dan bagaimana ia ingin menggambarkan kepribadiannya melalui penampilannya, terlepas dari apa yang dianggap sebagai tren,”ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa daya tarik utama dari busana pengantin berbasis setelan bukan sekadar estetika, tetapi juga ekspresi personal yang kuat dan tidak tunduk pada norma tradisional pernikahan.
Busana yang dikenakan Dua Lipa sendiri dirancang oleh desainer Daniel Roseberry untuk rumah mode Schiaparelli. Blazer tersebut menampilkan detail khas brand berupa kancing “evil eye” dan kepala singa, sementara korset bernuansa merah muda serta struktur pinggul yang terintegrasi memberi siluet tegas namun feminin. Topi lebar yang melengkapi tampilan dirancang oleh milliner Inggris Stephen Jones, menambah kesan dramatis yang merujuk pada estetika retro.
Sebagai pelengkap, Dua Lipa juga mengenakan sarung tangan putih serta kalung dari Bulgari seri Serpenti, yang sebelumnya pernah ia kenakan dalam ajang Brit Awards. Kombinasi ini memperkuat citra elegan sekaligus modern dari keseluruhan tampilan pengantin.
Dari 1970-an ke red carpet modern
Jika ditarik ke belakang, tren setelan pengantin sebenarnya bukan hal baru. Era 1970-an menjadi titik penting ketika Bianca Jagger tampil dengan setelan putih tailored yang mematahkan dominasi gaun pengantin tradisional. Gaya ini kemudian menjadi simbol kebebasan perempuan dalam mendefinisikan ulang identitas pengantin.
Memasuki dekade 2010-an hingga 2020-an, tren ini kembali muncul dalam berbagai bentuk, dari suit two-piece, jumpsuit, hingga tailored blazer untuk pernikahan sipil. Banyak desainer menafsirkan ulang gaya ini sebagai respons terhadap perubahan budaya pernikahan yang semakin personal, minimalis, dan tidak lagi terpaku pada aturan klasik.
Dalam konteks ini, penampilan Dua Lipa memperkuat siklus mode yang memang kerap berulang. Fashion pengantin modern kini tidak lagi hanya berkutat pada gaun ball gown, tetapi juga setelan struktural yang memberi kesan kuat, praktis, dan relevan dengan gaya hidup urban.
Dengan sorotan media yang besar dan pengaruh budaya pop yang kuat, pilihan busana Dua Lipa diprediksi akan kembali mengangkat tren “bridal suit” ke arus utama—melanjutkan jejak panjang dari Bianca Jagger hingga reinterpretasi modern di era sekarang.(ist/dya)
--
Tips memilih baju setelan wanita yang tepat, nyaman dan modis
1. Sesuaikan dengan Bentuk Tubuh
Tubuh Jam Pasir (Hourglass): Pilih setelan dengan aksen ikat pinggang atau atasan model crop untuk menonjolkan lekuk pinggang yang proporsional.
Tubuh Bentuk Pir (Pear Shape): Gunakan setelan dengan bawahan berwarna gelap atau potongan celana model kulot/wide-leg untuk menyamarkan area pinggul yang lebar.
Tubuh Persegi (Rectangle): Cari setelan yang memiliki detail kerutan, puffy sleeves, atau motif ramai pada atasan untuk menciptakan ilusi lekukan tubuh.
Tubuh Mungil (Petite): Pilih setelan monokrom (satu warna dari atas ke bawah) dengan celana berpotongan high-waist agar tubuh terlihat lebih jenjang.
2. Pilih Bahan Sesuai Aktivitas dan Cuaca
Aktivitas Kasual & Santai: Pilih bahan katun, rayon, atau linen yang adem, menyerap keringat, dan longgar untuk dipakai berjalan-jalan atau di rumah.
Acara Formal & Kerja: Pilih bahan yang lebih tegas dan tidak mudah kusut seperti crepe, premium poliester, atau semi-wol agar penampilan tetap terlihat profesional dan rapi sepanjang hari.
Acara Olahraga & Aktif: Pilih setelan berbahan spandex, nilon, atau baby terry yang elastis dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
3. Perhatikan Skema Warna dan Motif
Warna Netral untuk Investasi: Warna hitam, putih, krem, abu-abu, dan navy sangat aman karena mudah dipadukan dengan aksesoris lain dan memberikan kesan elegan.
Warna Cerah untuk Penyegaran: Warna pastel atau earth-tone memberikan kesan ramah, segar, dan tampak lebih muda.
Aturan Motif: Jika memilih setelan bermotif (seperti garis-garis atau floral), pastikan ukurannya proporsional dengan tubuh Anda. Motif garis vertikal sangat direkomendasikan untuk memberikan efek tubuh lebih langsing.
4. Kemudahan untuk Padu Padan (Mix and Match)
Fungsionalitas Tinggi: Keuntungan utama baju setelan adalah fleksibilitasnya. Pastikan atasan dari setelan tersebut tetap terlihat bagus saat Anda padukan dengan celana jins lain, atau bawahan setelan tersebut tetap cocok dipasangkan dengan kaus polos biasa.
5. Ketepatan Ukuran (Fit)
Hindari Terlalu Ketat: Setelan yang terlalu ketat sering kali mengurangi estetika baju setelan dan membuat ruang gerak menjadi terbatas.
Gaya Oversized yang Tepat: Jika menyukai gaya loose atau oversized, pastikan salah satu bagian tetap pas di tubuh (misalnya celana longgar tetapi pinggangnya pas) agar Anda tidak terlihat "tenggelam" di dalam pakaian.




.jpg)
