Ciputra Film Festival 2026 Angkat Tema “MOSAIC”, Satukan Perspektif Filmmaker dari 35 Negara
SURABAYA (Lentera)– Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Media (FIKOM) Universitas Ciputra Surabaya kembali menggelar Ciputra Film Festival (CFF) ke-5 dengan mengusung tema “MOSAIC”.
Festival yang dilaksanakan pada 2–6 Juni 2026 ini menjadi ajang pertemuan sineas muda dari berbagai negara sekaligus ruang pembelajaran bagi generasi muda yang ingin menekuni industri perfilman.
Penyelenggaraan CFF tahun ini berlangsung di sejumlah lokasi, yakni Universitas Ciputra Surabaya, V-Walk Atrium, dan XXI Ciputra World Surabaya. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah karya yang masuk, yakni lebih dari 280 film yang berasal dari 35 negara.
Leader CFF 5th, Jason Cliff Kurniawan, mengungkapkan tema “MOSAIC” dipilih untuk menggambarkan keberagaman ide, perspektif, dan latar belakang yang dimiliki setiap individu.
Mosaik merupakan karya seni yang tersusun dari berbagai potongan dengan bentuk dan warna berbeda, namun mampu menghasilkan sebuah karya yang utuh dan indah. Filosofi tersebut kemudian diterapkan dalam penyelenggaraan festival film ini.
“Setiap orang memiliki ide, perspektif, opini, dan sikap yang berbeda. CFF ingin menjadi wadah yang mempertemukan berbagai perbedaan itu menjadi satu kesatuan yang bermakna, sesuai dengan tagline kami, Stories in Every Shape,” kata Jason saat konferensi pers di V-Walk Atrium Ciputra World, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk membantu para calon filmmaker yang baru memiliki gagasan atau konsep film, tetapi belum memiliki pengalaman dalam proses produksi.
"Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pendampingan mengenai berbagai aspek penting dalam pembuatan film, mulai dari penyusunan naskah, pembuatan logline, hingga perencanaan anggaran produksi," jelasnya.
Jason mengatakan, program ini secara khusus menyasar pelajar SMA yang memiliki minat di bidang perfilman dan ingin memperkenalkan ide kreatif mereka kepada khalayak yang lebih luas.
“Nantinya saat sesi pitching pada 6 Juni, para peserta berkesempatan mendapatkan masukan dan bimbingan langsung dari para profesional yang terlibat dalam festival ini,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap talenta muda, panitia juga menyediakan hadiah utama berupa beasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra dengan total nilai mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Sementara itu, Dekan FIKOM Universitas Ciputra Surabaya, Dr. Cosmas Gatot Haryono, S.Sos., M.Si., menilai CFF memiliki sejumlah keunggulan yang membedakannya dari festival film lain di Indonesia.
Menurutnya, salah satu kekuatan utama CFF terletak pada konsep penyelenggaraan yang mendekatkan dunia perfilman kepada masyarakat luas. Selain digelar di lingkungan kampus, festival ini juga memanfaatkan pusat perbelanjaan dan bioskop sebagai lokasi kegiatan.
“Kemasan acaranya berbeda karena dilaksanakan di mal dan penayangannya dilakukan di bioskop XXI. Ini memberikan pengalaman yang lebih profesional bagi peserta maupun penonton,” ujarnya.
CFF juga konsisten menarik partisipasi sineas dari berbagai negara dalam dua tahun terakhir, sehingga memperkuat posisinya sebagai festival film berkelas internasional yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Cosmas menegaskan profesionalisme menjadi nilai utama yang selalu ditanamkan kepada mahasiswa dalam setiap kegiatan kampus. Karena itu, pihaknya tidak membedakan standar penyelenggaraan antara acara mahasiswa dan kegiatan profesional di industri.
Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan bagian dari filosofi pendidikan Universitas Ciputra yang berorientasi pada kesiapan kerja dan kewirausahaan.
Melalui Ciputra Film Festival 2026, Universitas Ciputra tidak hanya menghadirkan ruang apresiasi karya sinema, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kompetensi, kolaborasi lintas budaya, serta pembinaan talenta muda yang berpotensi menjadi pelaku industri kreatif di masa depan.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH





.jpg)
