05 June 2026

Get In Touch

Tren Kecantikan Kuno Viral Lagi di Era Modern

Tren Kecantikan Kuno Viral Lagi di Era Modern

SURABAYA ( LENTERA ) - Tren kecantikan modern ternyata bukan sepenuhnya hal baru. Banyak praktik perawatan yang saat ini viral di media sosial sejatinya sudah pernah muncul berabad-abad lalu, bahkan pada masa kerajaan dan peradaban kuno. Menariknya, sejumlah ritual kecantikan tersebut kini kembali populer dengan versi yang lebih modern dan dianggap lebih aman. Fenomena ini menunjukkan bahwa dunia kecantikan sebenarnya terus berputar, mengulang konsep lama dengan kemasan baru.

Kuku Super Panjang

Salah satu tren yang kembali mencuri perhatian adalah kuku super panjang. Dalam sejarah Tiongkok kuno, kuku panjang bukan sekadar gaya, melainkan simbol status sosial. Pada masa Dinasti Qing (1644–1912), kaum bangsawan memanjangkan kuku hingga mencapai sekitar 15 cm sebagai tanda bahwa mereka tidak perlu melakukan pekerjaan manual.

Tren ini bahkan sangat lekat dengan figur Permaisuri Cixi yang dikenal sebagai pencetus gaya hidup mewah tersebut. Untuk menjaga kuku tetap terawat, ia menggunakan pelapis emas di siang hari dan satin kuning pada malam hari, serta dibantu para dayang dalam rutinitas perawatan harian.

Dalam catatan sejarah, perawatan kuku tersebut juga sangat detail. Pagi hari dimulai dengan pembersihan tangan menggunakan ramuan herbal, dilanjutkan manikur hingga pelapisan kuku. Bahkan disebutkan bahwa kuku yang patah tidak dibuang begitu saja, melainkan disimpan dalam kotak giok. Kini, tren kuku panjang kembali populer, namun tidak lagi terbatas pada kaum elite.

Kuku panjang dapat diwujudkan melalui kuku palsu berbahan akrilik atau gel, dengan desain nail art yang semakin kreatif dan ekspresif.

Waxing Wajah

Tren kedua adalah penghilangan rambut wajah pada wanita, yang ternyata juga memiliki akar sejarah panjang. Di Mesir kuno, metode penghilangan rambut sudah dilakukan menggunakan campuran gula dan air yang menyerupai teknik waxing modern.

Pada era Renaisans, wanita bangsawan bahkan mencabut rambut di area dahi dan alis demi standar kecantikan saat itu. Praktik ini kemudian berevolusi menjadi berbagai teknik modern seperti waxing dan threading.

Waxing dilakukan dengan mengoleskan lilin panas atau campuran gula pada kulit, kemudian mengangkat rambut dari akarnya. Sementara threading berasal dari Timur Tengah dan Asia Selatan, menggunakan benang katun yang dipelintir untuk mencabut rambut halus di wajah.

Teknik ini kini banyak digunakan untuk merapikan alis hingga kumis halus, dan telah menjadi bagian umum dari industri kecantikan global.

Pelembab dari Lendir Siput

Tren ketiga yang kembali naik daun adalah penggunaan lendir siput dalam perawatan kulit. Praktik ini sudah dikenal sejak zaman Yunani Kuno dan Tiongkok. Gaius Plinius Secundus atau Pliny the Elder, filsuf dan pengamat alam terkenal, bahkan menyebut lendir siput memiliki manfaat untuk membantu penyembuhan luka bakar. Di Eropa abad pertengahan, apoteker diketahui merebus siput untuk dijadikan bahan pelembap kulit.

Menariknya, pada era modern, tren ini kembali populer terutama dalam industri kecantikan Korea Selatan. Lendir siput atau snail mucin kini digunakan dalam berbagai produk skincare karena mengandung asam hialuronat, asam glikolat, peptida, dan antioksidan. Kandungan tersebut dipercaya membantu regenerasi kulit, mengurangi peradangan, serta memberikan efek anti-penuaan yang membuat kulit tampak lebih sehat dan kenyal.

Bulu Mata Palsu

Tren keempat adalah extension bulu mata dan penggunaan bulu mata palsu. Praktik ini ternyata sudah ada sejak zaman Mesir kuno, meski bentuknya masih sangat sederhana. Pada akhir abad ke-19, bahkan pernah ada teknik extension bulu mata yang dijahit langsung ke kelopak mata, meski kini sudah tidak digunakan lagi karena alasan keamanan. Industri bulu mata palsu kemudian berkembang pesat pada pergantian abad ke-19 dan ke-20, diproduksi oleh pengrajin wig menggunakan bahan seperti sutra dan rambut manusia.

Pada masa awal kemunculannya, bulu mata palsu terlihat besar dan kurang natural, sehingga lebih banyak digunakan di panggung pertunjukan. Bulu mata tersebut juga harus dirawat secara khusus agar tetap melengkung sempurna. Berbeda dengan masa kini, teknik extension bulu mata modern jauh lebih aman karena bulu mata sintetis ditempelkan langsung pada bulu mata asli dengan berbagai variasi panjang, ketebalan, hingga warna, sehingga memberikan hasil yang lebih natural dan fleksibel sesuai kebutuhan gaya.(ist/dya)

7 Tips Memanjangkan dan Menguatkan Kuku

  • Gunakan minyak kutikula setiap hariMenjaga kelembapan kutikula dan bantalan kuku agar kuku lebih sehat, kuat, dan tidak mudah rapuh.
  • Konsumsi biotin (Vitamin B7)Membantu memperkuat kuku rapuh dan mendorong pertumbuhan kuku lebih cepat melalui nutrisi dari makanan atau suplemen.
  • Gunakan kikir kuku yang lembut & teknik benarKikir satu arah (tidak maju-mundur) agar kuku tidak mudah pecah dan hasil lebih halus.
  • Tingkatkan asupan Vitamin B9 (asam folat)Mendukung pembentukan sel baru yang berperan dalam pertumbuhan kuku dan mencegah kuku bergelombang.
  • Hindari remover kuku berbahan aseton tinggiAseton dapat membuat kuku kering, rapuh, dan mudah terkelupas.
  • Pilih cat kuku yang lebih “natural”Gunakan produk bebas bahan kimia berbahaya (3-free hingga 13-free) untuk mengurangi kerusakan kuku.
  • Perbaiki pola makan (diet seimbang)Konsumsi makanan bergizi seperti buah, sayur, ikan, kacang-kacangan, telur, alpukat, dan biji-bijian untuk kesehatan kuku.
Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.