05 June 2026

Get In Touch

"Ari-ari Kami Ditanam di Sini" Alasan Korban Kebakaran Kemayoran Tolak Pindah ke Rusun ...

Kebakaran yang terjadi kawasan permukiman padat penduduk di Kemayoran Gempol belakang Pasar Jiung, RT 002/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam (Dok. Polres Metro Jakarta Pusat )
Kebakaran yang terjadi kawasan permukiman padat penduduk di Kemayoran Gempol belakang Pasar Jiung, RT 002/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam (Dok. Polres Metro Jakarta Pusat )

JAKARTA (Lentera) -Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku tidak mudah mengajak warga Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk pindah ke rumah susun (rusun).

Meski kawasan tersebut merupakan permukiman padat dan kerap menghadapi berbagai persoalan seperti kebakaran, banyak warga yang masih ingin bertahan di kawasan tersebut karena sudah tinggal di sana sejak lahir.

“Tadi saya ngomong dengan beberapa warga, 'enggak mau coba di rumah susun?'. Aduh Bang, kita lahir di sini Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini," ujar Rano saat meninjau lokasi kebakaran di RT 002/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Selasa (2/6/2026).

Rano mengatakan persoalan permukiman di Kebon Kosong sudah berlangsung lama dan hingga kini belum terselesaikan.

Salah satu penyebabnya adalah status lahan yang ditempati warga, yang berada di atas lahan milik Sekretariat Negara (Setneg) dan masih memiliki persoalan tumpang tindih aset.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) sekitar pukul 20.50 WIB.

Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiansyah mengatakan, tiga warga mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat. "Ada tiga orang yang mengalami korban luka," kata dia.

Adapun para korban dirawat di dua rumah sakit berbeda. Dua orang menjalani perawatan di RS Hermina Kemayoran, sementara satu lainnya dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo.

Penyebab kebakaran di Kemayoran

Kebakaran yang terjadi di kawasan Pasar Jiung, Kebon Kosong, Kemayoran itu diduga dipicu korsleting listrik di salah satu rumah warga. Berdasarkan laporan sementara Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, titik awal api berada di RT 14 RW 04.

"Api diduga berasal dari korsleting listrik rumah di RT 14. Lalu seorang Redkar mengambil APAR ke pos RW. Namun, api sudah terlalu besar dan tidak bisa dipadamkan dengan APAR," terang laporan tersebut.

Api yang cepat membesar kemudian merambat ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman padat itu hingga menghanguskan ratusan bangunan semipermanen.

Laporan kebakaran pertama kali diterima petugas pada pukul 20.55 WIB. Unit pemadam dari Sektor III Kemayoran tiba di lokasi sekitar pukul 21.03 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara mengatakan, objek yang terbakar merupakan rumah tinggal dengan jenis bangunan rendah.

"Obyek yang terbakar merupakan rumah tinggal dengan jenis bangunan rendah," ujarnya.

620 jiwa mengungsi

Mengutip Kompas, untuk memadamkan api, sebanyak 33 unit mobil pemadam kebakaran dan 165 personel dikerahkan ke lokasi kejadian.

Setelah berjibaku selama hampir tiga jam, petugas akhirnya berhasil melokalisasi api pada pukul 23.30 WIB.

"Laporan terima berita pukul 20.55 WIB, unit tiba pukul 21.03 WIB, api berhasil dilokalisir pukul 23.30 WIB, obyek yang terbakar itu rumah semi permanen," tulis laporan tersebut pada Selasa dini hari.

Sebanyak 620 warga terdampak kebakaran mengungsi ke lapangan serbaguna milik Jusuf Hamka.

Jumlah tersebut merupakan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 13.00 WIB, Selasa (2/6/2026).

"Data yang kami himpun sampai dengan siang hari ini, terdapat kurang lebih 620 jiwa yang terdampak kebakaran di Kelurahan Kebon Kosong," ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, di lokasi pengungsian (*)

Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.