03 June 2026

Get In Touch

Komisi I DPRD Palangka Raya Dukung Bapenda Digitalisasi Alat Ukur Pemakaian Air Tanah

Tim teknis Bapenda memeriksa alat pengukur volume air digital (humas Bapenda)
Tim teknis Bapenda memeriksa alat pengukur volume air digital (humas Bapenda)

PALANGKA RAYA (Lentera) - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palangka Raya terus melakukan berbagai inovasi, dalam rangka meningkatkan transparansi dan akurasi pemungutan pajak daerah.

Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi menyampaikan dukungan terhadap langkah Bapenda mendorong para pelaku usaha komersial yang memanfaatkan air bawah tanah, agar memasang alat pengukur volume air atau water meter pada setiap titik sumur bor yang dioperasikan.

"Dengan menerapkan alat ukur digital atau mekanis, menjadi solusi efektif dalam menyajikan data pemakaian air secara presisi," papar Syaufwan, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, selama ini perhitungan Pajak Air Tanah (PAT) di beberapa tempat usaha masih menggunakan sistem taksiran atau 'self-assessment' yang rawan memicu selisih paham atau ketidaksesuaian antara volume eksploitasi riil di lapangan dengan laporan omzet bulanan.

Syaufwan melanjutkan, tujuan dilakukannya pemasangan water meter ini adalah untuk mencegah adanya potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan adanya alat ukur yang valid, perhitungan ketetapan PAT dapat dilaksanakan secara adil, transparan, dan akurat berdasarkan meter kubik air yang benar-benar digunakan oleh pelaku usaha.

"Penggunaan alat pengukur ini akan diutamakan bagi sektor-sektor usaha yang memiliki intensitas pemakaian air tinggi, seperti industri perhotelan, wahana rekreasi air, swalayan, hingga bisnis pencucian mobil," jelasnya.

Selain itu, melalui langkah digitalisasi dan standarisasi alat ukur juga diharapkan dapat mempermudah para pelaku usaha dalam melakukan manajemen internal terkait efisiensi penggunaan air.

Dengan diterapkannya skema ini, tidak ada lagi ruang perdebatan antara petugas pajak dan wajib pajak, karena seluruh data penyerapan sumber daya alam terekam secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, lewat penerapan kebijakan yang terukur ini, Bapenda Kota Palangka Raya juga bisa meyakini realisasi penerimaan dari sektor PAT akan mengalami tren kenaikan yang positif dan stabil.

"Kita berharap para pelaku usaha bisa kooperatif dalam pengadaan dan perawatan alat ukur tersebut, terlebih mengingat hasil pungutan pajak nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan fasilitas penyaringan air bersih dan perbaikan drainase kota," pungkasnya.

 

Reporter: Novita/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.