MALANG (Lentera) -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memberikan bantuan bantuan modal usaha bagi lansia yang masih produktif hingga jaminan hidup kepada puluhan ribu lansia tidak berdaya.
Hal itu untuk memperkuat program kesejahteraan bagi kelompok lanjut usia.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melalui Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, mengatakan tema Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026, yakni "Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh", sengaja diwujudkan melalui kehadiran para lansia yang masih produktif di berbagai sektor usaha.
"Hari ini kami menghadirkan langsung di sini lansia-lansia tangguh. Mulai dari pedagang di pasar, kemudian pengusaha UMKM," ujar Restu ditemui usai kegiatan peringatan HLUN di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Kota Malang, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian lansia, Gubernur Khofifah juga menyalurkan zakat produktif yang bersumber dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bantuan tersebut diberikan kepada 100 penerima manfaat, dengan nilai masing-masing sebesar Rp500 ribu.
Kadinsos Restu menjelaskan masih banyak lansia di Jawa Timur yang tetap bekerja karena memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarganya. Sebagian di antaranya bahkan menjadi tulang punggung keluarga setelah harus mengasuh cucu akibat kondisi keluarga anak-anak mereka.
Bagi lansia tidak berdaya, pemerintah juga menyiapkan berbagai program perlindungan sosial yang dianggarkan secara khusus melalui APBD Provinsi Jawa Timur.
Restu mengungkapkan, untuk program permakanan lansia di seluruh Jawa Timur, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sebesar Rp450 juta. Sementara itu, bagi lansia penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Plus yang masuk kategori tidak berdaya, pemerintah menyediakan jaminan hidup dengan total anggaran mencapai Rp108 miliar per tahun.
"Bu Gubernur memberikan jaminan hidup setahunnya Rp108 miliar, ada 54.000 penerima. Ini wujud perhatian kepada lansia dari Bu Gubernur," terangnya.
Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang memiliki perhatian besar terhadap pelayanan lansia. Hal itu tercermin dari keberadaan tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus lansia yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurutnya, seluruh UPT tersebut saat ini melayani sekitar 950 lansia yang masuk kategori tidak berdaya dan membutuhkan pendampingan penuh dari pemerintah.
Restu berharap, model pelayanan yang diterapkan di peringatan HLUN 2026 ini dapat diterapkan hingga tingkat desa dan kelurahan. Dengan demikian, para lansia dapat memperoleh layanan kesehatan, sosial, hingga aktivitas produktif lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
Untuk diketahui, pada peringatan HLUN 2026 ini, Gubernur Khofifah juga menyempatkan diri meninjau sejumlah inovasi pemberdayaan lansia. Mulai dari Angkringan Lansia yang menyuguhkan produk UMKM yang dikelola maupun melibatkan para lansia, Ladangku, layanan terapi lansia, serta Posyandu Lansia.
Selain itu, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU tersebut juga menyerahkan rombong usaha kepada sejumlah lansia yang masih aktif berdagang. Program ini ditujukan untuk membantu keberlangsungan usaha para lansia sekaligus meningkatkan produktivitas mereka.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH




.jpg)
