PALANGKA RAYA (Lentera) - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya untuk membeli mesin pengolah sampah seperti insinerator, sebagai salah satu prioritas utama menurut Anggota DPRD setempat masih perlu dikaji ulang.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery mengingat saat ini Pemkot tengah menghadapi keterbatasan anggaran dan efisiensi belanja daerah.
"Di tengah kondisi efisiensi anggaran seperti sekarang ini, jangan sampai anggaran dengan nilai besar dibelanjakan untuk sesuatu yang tidak memberikan manfaat maksimal," papar Khemal, Kamis (28/5/2026).
Ia berpendapat, pemerintah daerah perlu melakukan kajian matang sebelum memutuskan mengenai pengadaan alat pengolah sampah berteknologi tinggi tersebut.
Menurut Khemal, penggunaan anggaran harus benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat dan kondisi keuangan daerah saat ini.
"Harus ada perencanaan yang matang, mulai dari efektivitas, biaya operasional, hingga dampaknya terhadap lingkungan," ucapnya.
Penggunaan mesin insinerator sediri dinilai menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya, karena dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Khemal melanjutkan, tentunya DPRD mendukung upaya pemerintah dalam peningkatan sistem pengelolaan sampah.
Namun perlu diingat dalam pengadaan fasilitas baru harus tetap memperhatikan skala prioritas serta kesiapan sumber daya manusia untuk mengoperasikannya.
"Jika setelah dikaji memang dinilai efektif dan sesuai kebutuhan daerah, tentu DPRD akan mendukung, dengan catatan harus transparan, terukur, manfaatnya dirasakan langsung masyarakat dan tidak membebani keuangan daerah," pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Ais





.jpg)
