SURABAYA (Lentera) - Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo menggelar kegiatan reses bersama warga dari tiga kelurahan, yakni Banyu Urip, Petemon, dan Kupang Krajan di Balai RW IX Kelurahan Pakis, Surabaya, Senin (25/5/2026).
Dalam agenda penjaringan aspirasi tersebut, berbagai persoalan masyarakat mencuat mulai dari sengketa tanah, persoalan pendidikan, hingga kebutuhan sarana prasarana bagi Karang Taruna.
Kegiatan reses yang berlangsung dengan melibatkan banyak warga, khususnya kalangan ibu-ibu, itu menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat untuk menyampaikan kebutuhan maupun harapan terhadap pembangunan Kota Surabaya.
Cahyo mengatakan, reses kali ini bertujuan untuk menyerap masukan dari masyarakat agar pembangunan di Surabaya bisa berjalan lebih baik dan tepat sasaran.
“Ada beberapa permasalahan yang tadi disampaikan warga. Ada persoalan tanah yang memang cukup rumit karena diduga sengketa. Ini masih akan kami dalami lagi,” ujarnya.
Selain itu, isu pendidikan juga menjadi perhatian warga, terutama terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Cahyo menegaskan pihaknya ingin memastikan proses PPDB tahun ini berjalan sesuai aturan dan dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan PPDB bisa dilaksanakan dengan baik sesuai peraturan yang berlaku. Memang ada beberapa perubahan kebijakan tahun ini, termasuk terkait kuota dan persentasenya, itu juga akan kami pelajari lebih lanjut,” katanya.
Tak hanya itu, aspirasi dari Karang Taruna terkait bantuan sarana dan prasarana turut menjadi pembahasan dalam reses tersebut. Menurutnya, usulan itu nantinya akan dipelajari apakah bisa dimasukkan melalui dana kelurahan maupun skema anggaran intervensi lainnya.
“Kita cari cara agar teman-teman Karang Taruna ini bisa terus berkontribusi di kampungnya masing-masing,” imbuhnya.
Menariknya, kegiatan reses tersebut tidak hanya difokuskan pada penyampaian aspirasi, tetapi juga diisi dengan penguatan kapasitas masyarakat.
Ketua Fraksi PKS ini, juga menghadirkan narasumber yang memberikan edukasi terkait pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk mendukung pemasaran UMKM warga.
Menurutnya, mayoritas peserta yang hadir merupakan ibu-ibu pelaku UMKM sehingga materi tentang AI dinilai relevan untuk membantu pengembangan usaha mereka.
“Biasanya kalau ibu-ibu itu keluhannya seputar BPJS. Tapi kali ini kami hadirkan materi tentang AI agar UMKM bisa memanfaatkan teknologi untuk pemasaran yang lebih optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam setiap kegiatan reses pihaknya selalu berusaha menyesuaikan kebutuhan masyarakat, termasuk menghadirkan pelatihan praktis seperti memasak, membuat kue kering, hingga bakery menjelang momen hari raya.
“Kami biasanya berdiskusi dulu dengan perwakilan warga sebelum reses. Mereka ingin belajar apa, nanti kami upayakan menghadirkan narasumber yang sesuai. Jadi selain menjaring aspirasi, warga juga mendapatkan tambahan kapasitas dan keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan,” pungkasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais





.jpg)
