24 May 2026

Get In Touch

Hujan Intensitas Tinggi Sebabkan Bebatuan Jatuh di Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo

Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD Trenggalek membersihkan material bebatuan yang jatuh dari tebing setinggi sekitar 50 meter di Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo KM 16, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Jumat (22/5/2026) pagi. Akibat kejadian terse
Petugas gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD Trenggalek membersihkan material bebatuan yang jatuh dari tebing setinggi sekitar 50 meter di Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo KM 16, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Jumat (22/5/2026) pagi. Akibat kejadian terse

TRENGGALEK (Lentera) - Bencana alam berupa bebatuan jatuh dari tebing setinggi sekitar 50 meter terjadi di Jalan Raya Nasional Trenggalek-Ponorogo KM 16, tepatnya di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Jumat (22/5/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas sempat ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Triadi Atmono mengatakan, peristiwa disebabkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (21/5) malam.

"Bebatuan jatuh dari tebing dengan ketinggian kurang lebih 50 meter akibat kondisi tanah yang labil dan curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi," ujar Triadi Atmono, Jumat pagi.

Ia menjelaskan, penutupan jalur sempat dilakukan beberapa kali karena kondisi cuaca dan potensi longsor susulan masih tinggi.

Berdasarkan laporan BPBD Trenggalek, hujan mulai mengguyur wilayah Desa Nglinggis sekitar pukul 19.10 WIB. Saat itu, arus lalu lintas di jalur nasional Trenggalek-Ponorogo KM 16 ditutup total untuk mengantisipasi bahaya longsor.

Sekitar pukul 22.00 WIB, jalur sempat dibuka kembali dengan sistem buka tutup. Namun hujan kembali turun pada pukul 24.00 WIB sehingga akses kembali ditutup total. Jalur kembali dibuka terbatas pada pukul 01.00 WIB sebelum akhirnya terjadi peristiwa bebatuan jatuh pada pukul 03.00 WIB.

"Sepanjang jalan nasional Desa Nglinggis hingga perbatasan Kabupaten Ponorogo merupakan kawasan perbukitan yang rawan longsor karena kondisi tanahnya sangat labil," kata Triadi.

Setelah kejadian, tim gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD Trenggalek langsung menuju lokasi untuk melakukan pembersihan material longsor. Proses pembersihan dimulai sekitar pukul 06.15 WIB dan selesai pukul 06.30 WIB.

"Arus lalu lintas kembali dibuka pada pukul 06.35 WIB dengan sistem buka tutup sambil menunggu kondisi benar-benar aman," imbuhnya.

BPBD mengimbau masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di jalur Trenggalek-Ponorogo agar tetap waspada, terutama saat hujan turun karena kawasan tersebut memiliki potensi longsor cukup tinggi.

Reporter: Herlambang/Editor: Santi

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.