19 May 2026

Get In Touch

Angkutan Sekolah hingga Re-Routing Angkot, jadi Target Kadishub Sebelum Pensiun

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. (Santi/Lentera)
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menargetkan program angkutan sekolah dan penataan ulang rute (re-routing) angkutan kota (angkot) dapat direalisasikan sebelum dirinya resmi memasuki masa pensiun.

Meski telah menerima Surat Keputusan (SK) pensiun, Widjaja menegaskan tetap fokus menuntaskan sejumlah program prioritas guna meningkatkan layanan transportasi publik di Kota Malang.

"Apapun, saya siap melaksanakan tugas. Sampai dengan 1 Desember itu saya masih berkewajiban melaksanakan tugas," ujar Widjaja, Selasa (19/5/2026).

Terkait program prioritas yang tengah dipersiapkan, yakni pengoperasian angkutan pelajar gratis di Kota Malang. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi siswa.

Widjaja optimistis, layanan tersebut dapat mulai direalisasikan dalam Mei ini, setelah seluruh proses administrasi dan legalitas selesai. "Targetnya mudah-mudahan bulan Mei ini bisa direalisasikan, yakni angkutan sekolah," katanya.

Namun demikian, pelaksanaan program tersebut masih menunggu finalisasi aspek hukum dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Kalau angkutan pelajar ini kami masih menunggu dari Biro Hukum Pemprov Jatim. Kalau ini sudah selesai, insyaallah segera kami eksekusi," jelasnya.

Selain angkutan sekolah, Dishub Kota Malang juga tengah mematangkan program penataan ulang rute atau re-routing angkutan kota (angkot).

Program ini menjadi langkah strategis agar angkot dapat berfungsi sebagai feeder atau pengumpan bagi layanan transportasi massal Trans Jatim.

Pria yang akrab dengan sapaan Jaya ini menyebut, kajian teknis terkait penataan ulang rute telah disiapkan sejak tahun lalu dan akan kembali dimatangkan dalam waktu dekat.

"Kami sudah membuat kajian. Rute-rute mana saja, insyaallah minggu depan kami matangkan lagi," katanya.

Setelah kajian selesai, Dishub akan kembali melakukan komunikasi intensif dengan para pengusaha dan sopir angkot agar implementasi re-routing dapat berjalan lancar.

Menurut Jaya, para pelaku angkutan kota menyambut positif rencana penataan ulang rute tersebut. Hal itu karena skema baru diyakini akan membuka peluang bagi angkot untuk menjangkau kawasan permukiman yang selama ini belum terlayani secara optimal.

"Mereka insyaallah menyambut re-routing ini karena peluang bagi mereka untuk bisa memberikan akses lebih dalam lagi kepada masyarakat," ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar rute angkot yang ada saat ini telah digunakan selama puluhan tahun, sehingga perlu penyesuaian dengan perkembangan tata kota dan kebutuhan mobilitas masyarakat. "Rute eksisting ini sudah ada sejak 1989," ujarnya.

Dalam penyusunan rute baru, Dishub Kota Malang mempertimbangkan sejumlah aspek teknis, termasuk kelas jalan dan kondisi infrastruktur.

Tidak semua ruas jalan dapat dilalui angkot, sehingga kajian dilakukan secara detail agar rute yang ditetapkan benar-benar aman dan efektif.

"Intinya adalah kami mengupayakan agar angkutan kota ini bisa masuk lebih dalam lagi," tutur Jaya. (ADV)

 

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.