01 June 2026

Get In Touch

Partai Buruh Kalah Pemilihan, PM Inggris Keir Starmer Tolak Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan istrinya Victoria Starmer memberikan suara mereka, pada Kamis (7/5/2026). (foto:ist/Ant/Anadolu)
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan istrinya Victoria Starmer memberikan suara mereka, pada Kamis (7/5/2026). (foto:ist/Ant/Anadolu)

LONDON (Lentera) - Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer mengatakan kepada para menteri kabinet akan “terus menjalankan pemerintahan”, di tengah meningkatnya tekanan atas kekalahan Partai Buruh dalam pemilihan baru-baru ini dan seruan agar mengundurkan diri.

Berbicara dalam rapat kabinet, Starmer berusaha untuk menstabilkan pemerintahannya setelah apa yang ia gambarkan sebagai periode "destabilisasi" bagi Westminster.

“Seperti yang saya katakan kemarin, saya bertanggung jawab atas hasil pemilihan ini dan saya bertanggung jawab, untuk mewujudkan perubahan yang telah kami janjikan,” kata Starmer dalam siaran pers dari Downing Street No. 10 mengutip Antara, Selasa (12/5/2026).

“Negara mengharapkan kita untuk terus menjalankan pemerintahan. Itulah yang saya lakukan dan yang harus kita lakukan sebagai Kabinet,” ujarnya, menambahkan.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kritik di dalam Partai Buruh menyusul kemunduran elektoral partai tersebut.

Menteri komunitas, Miatta Fahnbulleh menjadi menteri pertama yang mengundurkan diri, bergabung dengan lebih dari 70 anggota parlemen Partai Buruh yang telah mendesak perdana menteri untuk segera mundur atau menetapkan jadwal untuk meninggalkan jabatannya.

Kekacauan semakin memburuk, pada Senin malam (11/5/2026) ketika Downing Street mengganti enam ajudan menteri, yang telah mengundurkan diri sebelumnya pada malam itu dalam upaya untuk menstabilkan jajaran bawah pemerintah seiring meningkatnya tekanan pada perdana menteri.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.