01 June 2026

Get In Touch

Perkuat Pembinaan Atlet, KONI Jatim dan RS Ubaya Bangun Sistem Kesehatan Olahraga Terpadu

Perkuat Pembinaan Atlet, KONI Jatim dan RS Ubaya Bangun Sistem Kesehatan Olahraga Terpadu

SURABAYA (Lentera) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur (Jatim) menjalin kerja sama strategis dengan Rumah Sakit Universitas Surabaya (RS Ubaya) untuk memberikan edukasi mengenai antisipasi dan penanganan cedera atlet. Program pembekalan ini ditujukan khusus bagi para pelatih yang tergabung dalam Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya nyata memperkuat sistem pembinaan atlet, sekaligus meminimalkan risiko gangguan fisik yang kerap menurunkan performa saat menjalani latihan maupun mengikuti kompetisi.

Direktur Utama RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman pelatih terhadap kondisi fisik atlet yang dibinanya. Materi utamanya berfokus pada kemampuan mendeteksi gejala serta penanganan cedera secara dini dan tepat.

Menurut Wenny, masih banyak ditemui kasus di lapangan di mana atlet tetap dipaksakan berlatih atau bertanding meski kondisi fisiknya belum prima atau sedang mengalami gangguan kesehatan. Hal inilah yang sering kali berdampak buruk, mulai dari penurunan performa hingga risiko cedera yang jauh lebih serius dan berakibat jangka panjang.

“Melalui edukasi ini, kami ingin memastikan penanganan cedera dilakukan secara cepat dan tepat. Kami juga jelaskan akses layanan medis yang tersedia, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), tindakan operasi, hingga layanan fisioterapi dan rehabilitasi,” ujar Wenny dikutip 30 April 2026.

Ia menambahkan, RS Ubaya bersama KONI Jatim berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan olahraga yang komprehensif dan terintegrasi. Cakupannya meliputi empat pilar utama, yaitu aspek pencegahan (preventif), peningkatan kesehatan (promotif), pengobatan (kuratif), hingga pemulihan (rehabilitatif).

Bentuk kerja sama ini juga memungkinkan tim medis atau sport clinic untuk lebih cepat memantau kondisi kesehatan atlet. Dengan demikian, proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal dan atlet bisa kembali ke arena kompetisi dalam kondisi siap bertanding.

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, Kamis (30/4/2026) sangat menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai, pembekalan ilmu medis dasar bagi pelatih adalah kebutuhan mutlak untuk membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keselamatan atlet.

“Pelatih harus memahami mekanisme latihan yang benar serta cara menangani cedera secara tepat. Dalam pembinaan, kita tidak hanya fokus pada prestasi semata, tetapi kesehatan dan keselamatan atlet adalah prioritas utama,” kata Nabil.

Ia juga menekankan pentingnya budaya pencegahan cedera melalui pemahaman yang menyeluruh, serta keterbukaan komunikasi antara atlet dan pelatih dalam menyampaikan kondisi fisik masing-masing.

Melalui sinergi antara KONI Jatim dan RS Ubaya ini, diharapkan penanganan cedera atlet menjadi lebih maksimal, sehingga proses pembinaan berjalan efektif dan mampu melahirkan prestasi olahraga Jawa Timur yang semakin membanggakan.(adv)

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.