26 April 2026

Get In Touch

Anggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar untuk Sembilan Bulan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (foto:ist/dok.Tribunnews)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (foto:ist/dok.Tribunnews)

JAKARTA (Lentera) - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana buka suara soal anggaran pengadaan aplikasi rapat daring (zoom metting), yang disebutkan mencapai Rp5,7 miliar dan menjadi sorotan publik.

Anggaran yang dengan angka fantastis Rp5,7 miliar tersebut, untuk durasi sembilan bulan atau sekitar Rp633 juta per bulan.

"Layanan tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang membutuhkan koordinasi luas, penyampaian arahan teknis secara seragam, serta edukasi kepada berbagai pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah," jelas Dadan dalam keterangan resmi mengutip Tribunnews, Minggu (26/4/2026).

Menurut Dadan, layanan video conference tersebut merupakan sistem enterprise terpusat yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BGN.

Kapasitasnya sekitar 5.000 pengguna aktif dan kemampuan menampung hingga 50.000 peserta, dalam satu sesi pertemuan virtual.

Dadan menyebut, layanan tersebut digunakan oleh seluruh struktur organisasi BGN, mulai dari pimpinan tinggi madya (setara eselon I), pimpinan tinggi pratama (setara eselon II), pejabat administrator (setara eselon III), hingga kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah.

Layanan video conference digunakan untuk berbagai kebutuhan program MBG, antara lain rapat koordinasi nasional dan daerah, sosialisasi kebijakan, penyampaian pedoman teknis, bimbingan teknis bagi pelaksana, forum evaluasi program, serta kegiatan edukasi publik.

Dengan dukungan kapasitas besar tersebut, kata Dadan, pihaknya dapat menjangkau hingga puluhan ribu peserta dalam satu waktu.

"Kami ingin memastikan bahwa pesan, arahan, dan pedoman pelaksanaan program dapat diterima secara utuh oleh pelaksana di berbagai daerah. Kebutuhan ini sebagai bagian dari sistem kerja untuk menjaga kualitas pelaksanaan program," tandasnya.

Dadan menjelaskan, pelaksanaan program makan bergizi tidak hanya bergantung pada distribusi layanan di lapangan. Namun juga pada kemampuan BGN memastikan, seluruh pelaksana memahami arahan, pedoman dan standar pelaksanaan yang sama.

Karena itu, sarana komunikasi digital dengan kapasitas besar diperlukan, untuk menjaga keselarasan informasi di seluruh jenjang pelaksanaan program.

"Dalam situasi seperti ini, koordinasi yang cepat, serentak, dan terdokumentasi menjadi bagian penting dari keberhasilan program," imbuhnya.

Sebelumnya, viral di berbagai media sosial pemberitaan mengenai anggaran lisensi aplikasi video conference (zoom metting) BGN yang mencapai Rp5,7 miliar selama sembilan bulan atau sampai akhir tahun. Sehingga, setiap bulan rapat daring BGN, menghabiskan anggaran sekitar Rp633  juta yang sontak menjadi sorotan publik. 

 


Editor: Arief Sukaputrap

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.