24 April 2026

Get In Touch

Tingkatkan Rasio Wirausaha, UC Fair 2026 Ajak Siswa SMA Terjun Berbisnis

Kegiatan UC Fair 2026 di Universitas Ciputra Surabaya. (Amanah/Lentera)
Kegiatan UC Fair 2026 di Universitas Ciputra Surabaya. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Universitas Ciputra Surabaya menggelar kegiatan UC Fair dan UC Play 2026, sebagai wadah pembelajaran kewirausahaan berbasis pengalaman langsung bagi siswa SMA.

Kegiatan ini menjadi respons, atas masih rendahnya rasio kewirausahaan nasional yang baru mencapai 3,57 persen per Maret 2025. 

Melalui tema “The Awakening of Emerald Jungle”, Universitas Ciputra menekankan pentingnya membangun mindset entrepreneur sejak usia sekolah.

Pembina UC Fair 2026, Timothy Joshua Malawau mengatakan UC Fair 2026 mengedepankan konsep experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman, siswa tidak hanya mendapatkan teori tetapi juga terlibat langsung dalam proses bisnis mulai dari merancang ide, mengelola produk, hingga menghadapi konsumen.

Salah satu program utama adalah Bazaar Competition, yang menantang pelajar untuk menciptakan dan menjalankan bisnis secara nyata. "Dalam kompetisi ini, peserta belajar membaca pasar, menentukan strategi penjualan, hingga mengelola keuntungan dan risiko," tuturnya, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, program ini dinilai selaras dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang mendorong siswa memiliki keterampilan problem solving, kreativitas, serta kemandirian melalui praktik langsung.

Selain itu, UC Play hadir sebagai inovasi pembelajaran kewirausahaan yang dikemas dalam bentuk rally game interaktif. Melalui berbagai tantangan di sejumlah pos, peserta diajak memahami konsep entrepreneurship lintas bidang dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

“Entrepreneurship tidak cukup dipahami dari teori. Siswa perlu mengalami sendiri prosesnya, mulai dari membangun ide, menghadapi tantangan, hingga belajar dari kegagalan. Di sinilah mindset itu terbentuk,” jelasnya.

Senada dengan itu, Head of Marketing Universitas Ciputra, Bobby Iswandi menilai kegiatan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang, untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional.

Menurutnya, masih banyak generasi muda yang menganggap bisnis sebagai sesuatu yang sulit dan eksklusif. Padahal, jiwa entrepreneur dapat tumbuh di berbagai bidang jika dikenalkan sejak dini dengan pendekatan yang tepat.

“Melalui UC Play dan Bazaar Competition, kami ingin menunjukkan bahwa entrepreneurship itu relevan dengan semua bidang dan bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep pembelajaran yang menggabungkan edukasi, kompetisi, dan hiburan membuat siswa lebih mudah terlibat secara aktif.

“Belajar bisnis tidak harus kaku. Ketika dikemas secara fun, siswa lebih berani mencoba, berkolaborasi, dan mengambil risiko. Ini yang menjadi bekal penting bagi entrepreneur masa depan,” tambah Bobby.

Diketahui, sekitar 1.000 siswa SMA dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam UC Fair dan UC Play 2026. Melalui pengalaman ini, Universitas Ciputra berharap dapat berkontribusi dalam mencetak generasi wirausaha baru yang adaptif, kreatif, dan siap bersaing di tingkat global.

"Ke depan, kegiatan ini tidak hanya ditargetkan sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai gerakan berkelanjutan untuk meningkatkan rasio kewirausahaan nasional dan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia," harapnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.