MALANG (Lentera) - Rencana rute baru Trans Jatim koridor Malang Raya masih menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saat ini tiga pemerintah daerah di Malang Raya tengah menyampaikan usulan rute di sejumlah titik strategis yang dinilai dibutuhkan masyarakat.
"Kami diajak diskusi. Karena memang ada rencana untuk menambahkan koridor termasuk rute baru," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Kamis (23/4/2026).
Disebutkannya, penentuan rute pada Koridor Pertama saat ini juga melibatkan masukan dari tiga pemerintah daerah di Malang Raya. Masukan tersebut dinilai penting, agar layanan transportasi massal ini dapat lebih tepat sasaran dan menjangkau kebutuhan mobilitas warga.
"Kami yang tahu mana tempat-tempat strategis dan titik yang diinginkan warga untuk naik Trans Jatim," tambahnya.
Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan, masih terdapat sejumlah wilayah di Kota maupun Kabupaten Malang, dan Kota Batu yang belum terlayani oleh Trans Jatim.
Menurutnya, pengembangan koridor ke depan harus mempertimbangkan konektivitas antar wilayah di Malang Raya. Dengan sistem lintas daerah, Trans Jatim diharapkan mampu menghubungkan pusat-pusat aktivitas masyarakat secara lebih efektif.
Wahyu menyebut, rute seperti Blimbing menuju Singosari yang melewati pusat kota Malang merupakan contoh konektivitas yang dapat dikembangkan. Begitu pula, dengan potensi jalur dari Bandara Abdul Rachman Saleh hingga Kepanjen yang melintasi beberapa wilayah administratif.
"Malang Raya ini banyak potensi. Makanya kami diajak diskusi untuk memberikan masukan kira-kira rutenya ke mana saja. Tetapi yang menentukan tetap dari Pemprov, karena Trans Jatim ini yang mengadakan Pemprov," tegasnya.
Terkait eksisting layanan Trans Jatim di Kota Malang, Wahyu mengakui tingkat keterisian penumpang masih sangat tinggi. Hal ini menunjukkan layanan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat.
"Saya beberapa kali melihat tidak pernah kosong. Karena memang halte-haltenya juga strategis. Untuk pekerja, mahasiswa, orang yang mau ke mal, ke kantor, semua dilewati," katanya.
Ia menambahkan, rute Trans Jatim juga telah mengakomodasi berbagai kebutuhan mobilitas warga, termasuk akses menuju kawasan wisata dan pusat kuliner di Kota Malang.
Selain pengembangan koridor, Pemkot Malang juga tengah menyiapkan konsep feeder Trans Jatim yang akan memanfaatkan angkutan kota (angkot) eksisting. Skema ini diharapkan dapat memperkuat sistem transportasi publik di Malang Raya.
"Sudah kami siapkan dari angkot. Itu nanti dicoba di titik-titik tertentu dulu. Saya juga berencana mengganti rute angkot yang ada saat ini untuk mendukung feeder," jelas Wahyu.
Ditambahkannya, pemerintah kota juga telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung implementasi sistem feeder tersebut. Saat ini, pihaknya masih menunggu penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai dasar hukum pelaksanaannya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)
