22 April 2026

Get In Touch

RI Buka Peluang China Terbitkan Obligasi, Bunga 2,3% Jadi Daya Tarik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: instagram/Menkeu RI)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: instagram/Menkeu RI)

JAKARTA (Lentera) - Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi China untuk menerbitkan surat utang atau obligasi di pasar domestik. Langkah ini didorong oleh daya tarik tingkat bunga di pasar keuangan China, yakni sekitar 2,3 persen, yang dinilai lebih kompetitif.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan opsi tersebut mencuat dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan China, Lan Fo’an, di sela rangkaian IMF-World Bank Spring Meeting 2026 yang berlangsung pada 13-17 April di Washington, DC, Amerika Serikat.

"China adalah partner dagang terbesar kita, jadi pada pembicaraan itu hasilnya sangat positif," ujar Purbaya dalam taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, melansir Antara, Selasa (21/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Indonesia menyampaikan rencana penerbitan Panda Bond sebagai salah satu alternatif pembiayaan. Instrumen ini memungkinkan Indonesia menghimpun dana dalam mata uang yuan langsung dari pasar keuangan China.

Purbaya mengungkapkan, respons dari pemerintah China terhadap rencana tersebut tergolong positif. Hal ini tidak lepas dari kondisi suku bunga di pasar keuangan China yang relatif rendah, yakni berada di kisaran 2,3 persen.

Menurutnya, tingkat bunga tersebut jauh lebih kompetitif dibandingkan beberapa sumber pembiayaan global lainnya, sehingga berpotensi menekan biaya modal (cost of capital) Indonesia.

Sebagai skema timbal balik, Indonesia juga membuka peluang bagi China untuk menerbitkan surat utang di pasar domestik. "Ini akan memberikan pilihan baru bagi investor Indonesia untuk mengakses instrumen surat utang China," kata Purbaya.

Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan memperkuat kerja sama pembiayaan antara kedua negara yang selama ini telah terjalin erat, terutama dalam sektor perdagangan dan investasi.

Purbaya menambahkan, opsi pembiayaan dari China juga telah disampaikan kepada investor obligasi di Amerika Serikat. Upaya ini menjadi bagian dari strategi negosiasi pemerintah dalam menawarkan alternatif sumber pendanaan yang lebih efisien.

Dengan menunjukkan adanya opsi pembiayaan berbiaya rendah, pemerintah berupaya meningkatkan daya tawar di pasar global. "Pendekatan ini berdampak pada peningkatan incoming bid secara signifikan," kata bendahara RI tersebut.

Editor: Santi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.