BLITAR (Lentera) - KAI Daop 7 Madiun total melayani 3.017.881 penumpang selama triwulan pertama 2026, sekaligus meminimalkan potensi pelepasan emisi karbon.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari menyampaikan pihaknya terus memperkuat posisi sebagai penyedia layanan transportasi publik, yang menjadi tulang punggung mobilitas berkelanjutan.
"Melalui optimalisasi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang terukur, KAI membuktikan bahwa kereta api merupakan moda transportasi massal yang jauh lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan kendaraan pribadi," tuturnya dalam keterangan dikutip, Selasa (21/4/2026).
Langkah ini, lanjutnya, merupakan bagian dari Green Movement Program KAI Group, sebuah inisiatif strategis yang mengedepankan budaya perusahaan berorientasi keberlanjutan (sustainability) untuk menekan emisi karbon nasional secara signifikan.
Tohari menjelaskan, efisiensi kereta api terletak pada kemampuannya mengangkut penumpang dalam jumlah besar dalam satu waktu. Hal ini secara otomatis menurunkan jejak karbon per individu secara drastis.
Berdasarkan estimasi rata-rata emisi, kereta api hanya menghasilkan sekitar 15-40 gram CO2 per penumpang-kilometer, jauh di bawah mobil pribadi yang mencapai sekitar 120-250 gram CO2 per penumpang-kilometer atau motor (R2) sekitar 50-90 gram CO2 per penumpang –kilometer.
"Dengan total 3.017.881 pelanggan di Daop 7 Madiun selama tiga bulan pertama Tahun 2026, penggunaan kereta api berhasil meminimalkan potensi pelepasan emisi karbon ke atmosfer dibandingkan jika jutaan orang tersebut menggunakan kendaraan pribadi,"
Diterangkannya, untuk 5 perjalanan KA Jarak Jauh (KAJJ) keberangkatan awal dari Daop 7 Madiun selama triwulan I Tahun 2026 atau sebanyak 450 perjalanan KAJJ maka lebih efisien untuk jangka waktu yang sama dibandingkan untuk perjalanan dengan motor (R2) yang membutuhkan sebanyak 2.011.921 perjalanan dan untuk mobil (R4) sebanyak 1.005.960 perjalanan.
"Kereta api adalah solusi mobilitas massa yang paling tepat di tengah tantangan iklim saat ini. Dengan kapasitas angkut yang besar, BBM subsidi yang kami kelola secara akuntabel mampu memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan," terangnya.
Sebagai bagian dari komitmen mendukung target Net Zero Emission 2060, seluruh armada diesel di wilayah Daop 7 Madiun saat ini telah sepenuhnya menggunakan Biosolar B40 (campuran 60% solar dan 40% biodiesel).
"Penggunaan bahan bakar ini tidak hanya menekan konsumsi energi, tetapi juga menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih dan lebih mudah terurai secara alami," tandas Tohari.
Oleh karena itu, KAI Daop 7 Madiun mengajak, masyarakat untuk semakin aktif memilih kereta api sebagai moda transportasi utama untuk perjalanan jarak menengah maupun jauh.
"Kami mengajak masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kereta api. Selain terbebas dari kemacetan dan lebih tepat waktu, masyarakat secara langsung telah berpartisipasi dalam aksi nyata menurunkan polusi udara dan menjaga keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang," tutup Tohari.
Melalui pengelolaan energi yang transparan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan dukungan skema Public Service Obligation (PSO), KAI memastikan tarif tetap ekonomis tanpa mengurangi kualitas layanan dan komitmen terhadap kelestarian bumi.
Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra




.jpg)
