22 April 2026

Get In Touch

Jelang Kemarau, Anggota DPRD Palangka Raya Ingatkan Cegah Karhutla dan Hemat Air

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi

PALANGKA RAYA (Lentera) – Menjelang musim kemarau, masyarakat di Kota Palangka Raya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mulai menerapkan pola hidup hemat air.

Imbauan ini disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi karena musim kemarau menjadi periode yang rawan terjadinya karhutla yang bisa berdampak luas, baik bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, kabut asap sangat berbahaya bagi saluran pernafasan.

“Setiap tahunnya di musim kemarau, kita selalu dihadapkan pada ancaman karhutla yang menyebabkan kabut asap, karena itu masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, sekecil apapun,” papar Hasan, Senin (20/4/2026).

Ia juga menekankan, kebakaran lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat. Sebagaimana kita ketahui, kabut asap sangat berbahaya bagi saluran pernafasan dan bisa menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Selain itu, Hasan mengajak, masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan air, mengingat ketersediaan air bersih biasanya menurun saat musim kemarau.

“Mari kita biasakan hemat air dari sekarang, gunakan air secukupnya untuk kebutuhan sehari-hari, agar kita tidak mengalami krisis air bersih saat puncak kemarau nanti,” ucapnya.

Ia juga meminta, pemerintah daerah bersama instansi terkait, untuk terus meningkatkan sosialisasi serta pengawasan di lapangan, khususnya di wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

Hasan berharap, dengan adanya kesadaran bersama dari seluruh elemen masyarakat, potensi karhutla di Kota Palangka Raya dapat diminimalisir, sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat juga tidak terganggu.

“Pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri, perlu dukungan dan kesadaran seluruh masyarakat, dengan menjaga bersama diharapkan risiko karhutla dapat diminimalisir,” pungkasnya.

 

Reporter: Novita/Editor: Ais

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.