MADIUN (Lentera) – Pemerintah Kabupaten Madiun mempercepat perbaikan infrastruktur jalan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Program tersebut disampaikan dalam kegiatan Bahana Bersahaja di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Selasa (14/4/2026).
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan pembangunan jalan menjadi faktor penting dalam meningkatkan mobilitas dan produktivitas warga, terutama di wilayah pedesaan yang didominasi sektor pertanian.
“Kalau infrastrukturnya baik, mobilitas masyarakat lancar, distribusi hasil pertanian juga lebih cepat,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Madiun akan melakukan pengaspalan jalan sepanjang 700 meter di Desa Bancong. Perbaikan tersebut direncanakan berlanjut secara bertahap hingga menghubungkan Desa Plumpungrejo dan Wonoasri sampai ke jalan raya.
Menurut Bupati, kondisi jalan memiliki kaitan langsung dengan aktivitas ekonomi warga. Akses yang baik mempermudah petani menuju lahan, memperlancar distribusi hasil panen, serta menekan potensi kerugian.
Selain infrastruktur, kegiatan Bahana Bersahaja juga menghadirkan layanan langsung bagi masyarakat. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, layanan dokter spesialis, serta deteksi dini penyakit seperti tuberkulosis (TBC).
Sejumlah layanan publik turut disediakan, seperti pembuatan SIM, perizinan usaha, hingga layanan ketenagakerjaan berupa pembuatan kartu pencari kerja dan job fair.
Di bidang sosial, program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga terus berjalan. Dari total 591 rumah di Desa Bancong, saat ini tersisa satu rumah yang masih dalam proses perbaikan.
Pemkab Madiun, lanjut Bupati, akan melakukan pendataan ulang untuk memastikan program bantuan tepat sasaran, sekaligus meningkatkan standar kelayakan rumah, termasuk aspek sanitasi.
Bupati juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan semangat gotong royong sebagai kekuatan sosial di tingkat desa.
Desa Bancong sendiri memiliki potensi pertanian dengan luas lahan sekitar 145 hektare dan didukung sekitar 10 sumber pengairan. Dengan perbaikan infrastruktur, potensi tersebut diharapkan dapat berkembang lebih optimal.
“Kalau infrastruktur kuat, sektor lain akan ikut bergerak,” kata Hari.
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor:Widyawati





.jpg)
