18 April 2026

Get In Touch

"Ngeband with Strangers" Wadah Berkarya Sambil Bangun Relasi Lewat Musik

Komunitas musik, \
Komunitas musik, \"Ngeband With Strangers\" di Malang. (foto: Dokumen Pribadi)

MALANG (Lentera) - Komunitas Ngeband with Strangers di Kota Malang hadir sebagai wadah bagi para pecinta musik untuk menyalurkan hobi, berkarya, sekaligus membangun relasi baru melalui aktivitas bermusik.

Komunitas yang digagas oleh Larasati Putri ini lahir di Kota Malang pada penghujung tahun 2025. Saat ini telah berkembang menjadi rumah bagi lebih dari 70 insan kreatif. 

"Bukan sekadar tempat berkumpul, para anggotanya difasilitasi untuk terus berkembang dan melahirkan karya kolaboratif," ujar Laras, dikutip pada Jumat (17/4/2026).

Laras menjelaskan, sejak awal 2026, komunitas ini rutin menggelar sesi jamming dua kali dalam seminggu. Kegiatan tersebut dipusatkan di studio Gedung Malang Creative Center (MCC), yang menjadi salah satu ruang kreatif strategis di Kota Malang.

Dalam setiap sesi, suasana dibuat terbuka dan fleksibel. Peserta bebas untuk bernyanyi, memainkan alat musik, belajar, atau sekadar menikmati penampilan. Anggota juga diperbolehkan membawa instrumen pribadi untuk mendukung eksplorasi musikal mereka.

Tak hanya itu, untuk menjaga antusiasme dan menjangkau beragam selera musik, sesi jamming kerap dikemas dengan tema-tema tertentu.

Perjalanan komunitas ini bermula dari sesi jamming perdana pada Desember 2025 yang diikuti 8 orang. Melalui pemanfaatan media sosial, Laras berhasil mengumpulkan para musisi awal tersebut meskipun sempat diliputi keraguan akan minimnya peminat.

"Dari awal memang ingin membuat ruang aman untuk bermusik, tanpa syarat yang rumit," katanya.

Seiring waktu, komunitas ini terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Keanggotaan yang kini menembus lebih dari 70 orang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga profesional, dengan rentang usia dari Generasi Z hingga Generasi X.

Salah satu anggota termuda, Arsy, yang masih berstatus pelajar SMA, mengaku mendapatkan banyak manfaat sejak bergabung. Ia menyebut komunitas ini membantunya mengasah kemampuan bermusik sekaligus membangun rasa percaya diri.

"Lingkungannya sangat suportif. Buat pecinta musik, ini (nilainya) 10 dari 10," kata Arsy.

Lebih dari sekadar komunitas hobi, Ngeband with Strangers juga mulai menunjukkan produktivitas dalam berkarya. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Muhammad Rizal, Kepala Lab Suara Ibu Pertiwi.

Kolaborasi tersebut menghasilkan karya musik instrumental berjudul Tragic Nostalgic yang telah dirilis dan dapat dinikmati melalui berbagai platform digital.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Aifin BH

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.