JAKARTA (Lentera) - Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengajak pelaku UMKM beralih ke kemasan berbahan alami seperti daun pisang, sebagai solusi di tengah lonjakan harga plastik yang naik hingga 80 persen.
Dalam keterangannya pada Kamis (16/4/2026), Puan menilai kemasan berbahan alami tidak hanya mampu menekan biaya produksi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
"Dengan memakai kemasan dari bahan organik, pelaku usaha tak hanya bisa menghindari tekanan ekonomi karena tingginya bahan baku dari impor, tapi juga bisa menambah nilai jual," ujar Puan, mengutip Bloomber, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, sejumlah daerah di Indonesia masih mempertahankan tradisi penggunaan daun sebagai kemasan makanan. Di Jawa Tengah, misalnya, penjual nasi liwet, gudeg, hingga mi lethek masih memanfaatkan daun pisang maupun daun jati sebagai pembungkus utama produk mereka.
Selain faktor biaya, Puan juga menyoroti keunggulan kemasan alami dari sisi kualitas produk. Ia menyebut penggunaan daun dapat membantu menjaga keawetan makanan sekaligus memberikan aroma khas yang meningkatkan selera konsumen.
"Termasuk dari segi keunikannya yang buat beberapa kalangan masyarakat bisa menjadi daya tarik untuk membeli," katanya.
Lebih lanjut, Puan mengaitkan penggunaan kemasan organik dengan upaya mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup.
"Kemasan organik yang sarat terhadap kearifan lokal juga merupakan inovasi ekonomi kreatif. Selain mendukung warisan budaya Indonesia, kita juga turut mengampanyekan gerakan ramah lingkungan," paparnya.
Lonjakan harga plastik sendiri dipicu oleh dinamika global yang memengaruhi rantai pasok bahan baku. Ketergantungan industri plastik dalam negeri terhadap impor yang mencapai sekitar 60 persen membuat harga di pasar domestik rentan terhadap gejolak internasional, termasuk konflik geopolitik yang tengah berlangsung.
Kondisi ini berdampak langsung pada pelaku UMKM yang selama ini mengandalkan plastik sebagai kemasan utama. Kenaikan harga tersebut berpotensi menekan margin keuntungan, bahkan mengganggu keberlangsungan usaha kecil jika tidak diantisipasi dengan strategi adaptif.
Editor: Santi




.jpg)
