SURABAYA ( LENTERA ) - Banyak orang beranggapan produk makeup masih aman digunakan selama belum melewati tanggal kedaluwarsa. Namun, anggapan tersebut tidak selalu tepat. Informasi mengenai tanggal akhir saja belum cukup memastikan keamanan penggunaan kosmetik.
Berbeda dengan produk makanan, tidak semua kosmetik mencantumkan tanggal kedaluwarsa secara jelas pada kemasannya. Sebagian besar produk justru menggunakan keterangan mengenai masa pakai setelah kemasan dibuka sebagai acuan penggunaan.
Oleh karena itu, pengguna perlu memperhatikan informasi tersebut agar produk tetap aman digunakan.
Sebuah produk kosmetik bisa saja masih berada dalam masa kedaluwarsa, tetapi kualitasnya telah menurun karena terlalu lama digunakan sejak pertama kali dibuka. Kondisi ini kerap tidak disadari oleh pengguna.
Mengutip Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, jangka waktu suatu produk tetap aman digunakan dan masih berfungsi dengan baik dikenal sebagai shelf life atau masa simpan.
Masa simpan tersebut dapat berbeda pada setiap produk. Perbedaannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti jenis produk, cara penggunaan, serta cara penyimpanannya.
Seiring berjalannya waktu, kosmetik dapat mengalami degradasi atau kerusakan. Hal ini dapat dipicu oleh beberapa faktor, antara lain paparan udara, sinar matahari, perubahan suhu, hingga kontaminasi bakteri yang berasal dari tangan atau aplikator.
Produk yang sering bersentuhan langsung dengan tangan, seperti krim dalam kemasan jar atau maskara dengan sikat aplikator, cenderung lebih mudah terkontaminasi mikroorganisme, termasuk bakteri dan jamur.
Ketika bahan pengawet di dalam produk mulai terurai, risiko pertumbuhan kuman pun meningkat. Selain itu, kosmetik yang digunakan di area mata umumnya memiliki masa pakai lebih singkat karena berpotensi menimbulkan infeksi yang dapat berdampak serius.
Kenali simbol PAO
Salah satu cara paling mudah untuk mengetahui batas penggunaan makeup adalah dengan memperhatikan simbol Period After Opening (PAO). Simbol ini biasanya berbentuk gambar wadah terbuka yang disertai angka dan huruf “M”, misalnya 6M atau 12M.
Angka tersebut menunjukkan jangka waktu produk masih aman digunakan setelah pertama kali dibuka. Sebagai contoh, keterangan 6M berarti produk sebaiknya digunakan dalam waktu enam bulan sejak kemasannya dibuka.
Apabila simbol tersebut tidak ditemukan pada botol atau wadah produk, informasi serupa umumnya dicantumkan pada kemasan luar. Namun, kemasan tersebut sering kali sudah dibuang sehingga pengguna tidak lagi memiliki acuan masa pakainya.
Tanda-tanda makeup sudah tidak layak pakai
Selain mengacu pada simbol, Anda juga perlu memperhatikan perubahan pada produk. Makeup yang sudah melewati masa pakai biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti:
Bau berubah atau tidak sedap
Warna menggelap atau menguning (oksidasi)
Tekstur mengering, menggumpal, atau terpisah
Tidak lagi menempel atau menyatu dengan baik di kulit
Makeup yang telah melewati masa pakai berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pada kulit maupun area sekitar mata.
Penggunaan kosmetik yang sudah terlalu lama dipakai dapat memicu berbagai masalah, seperti jerawat, ruam, infeksi kulit, hingga infeksi mata, termasuk bintitan.
Produk yang digunakan di area mata menjadi yang paling berisiko karena bagian tersebut tergolong sensitif. Maskara yang mulai mengering, misalnya, sebaiknya segera dibuang.
Produk tersebut tidak dianjurkan untuk dicampur dengan air atau cairan lain karena dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.
Berapa lama rata-rata masa pakai makeup?
Mengutip dari Healthline, berikut gambaran umum masa pakai produk makeup yang aman setelah dibuka kemasannya.
Maskara dan eyeliner cair: 3-6 bulan
Foundation dan concealer cair: 12-18 bulan
Lipstik: 18-24 bulan
Lip gloss: 12-18 bulan
Produk krim: 12-18 bulan
Produk berbentuk bubuk: 12-18 bulan
Untuk produk perawatan kulit, kemasan dalam bentuk jar atau dengan pipet umumnya bertahan sekitar sembilan bulan setelah dibuka karena lebih sering terpapar udara dan tangan. (Ella - mahasisea UINSA, berkontribusi dalam tulisan ini)




.jpg)
