16 April 2026

Get In Touch

PWI Jatim Luncurkan Biografi Akhmad Munir, Angkat Peran Doa Ibu dalam Kesuksesan

Peluncuran Biografi Akhmad Munir di Dyandra Convention Center Surabaya. (Amanah/Lentera)
Peluncuran Biografi Akhmad Munir di Dyandra Convention Center Surabaya. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur menggelar peluncuran sekaligus bedah buku berjudul “Langkah Sunyi Menuju Puncak: Biografi Akhmad Munir” di Dyandra Convention Center, Kamis (16/4/2026). 

Buku yang ditulis oleh Abdul Hakim, seorang jurnalis di lingkungan Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara ini menjadi refleksi perjalanan hidup sekaligus inspirasi bagi insan pers dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Munir membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh liku. Ia menuturkan, keberhasilan yang diraih tidak lepas dari doa dan peran besar sang ibu.

Munir mengisahkan, titik balik hidupnya terjadi saat masih kuliah. Ketika itu, ia kesulitan membayar biaya pendidikan dan tidak mendapat dukungan finansial dari keluarga. Kondisi tersebut sempat membuatnya hampir menyerah untuk menyelesaikan kuliah.

Namun, situasi itu justru menjadi momentum perubahan. Dari yang sebelumnya menjalani kehidupan tidak teratur sebagai pemain band, Munir mulai beralih menjadi pribadi yang lebih disiplin dan produktif, khususnya dalam menulis. 

Aktivitas menulis tersebut awalnya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti biaya kos dan makan. “Di situ saya merasa ada kekuatan doa ibu yang mengubah hidup saya. Saya yang sebelumnya tidak serius, tiba-tiba menjadi rajin menulis hingga membuat teman dan dosen saya heran,” ungkapnya.

Sejak saat itu, Munir mengaku berkomitmen untuk mengabdikan diri kepada ibunya. Ia meyakini bahwa kesuksesan yang diraih berawal dari bakti kepada orang tua, terutama ibu.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya ketekunan dalam menjalani setiap proses. Menurutnya, seluruh capaian kariernya diraih dari bawah tanpa jalan pintas.

“Semua saya jalani dari bawah. Kuncinya adalah tekun di bidang yang digeluti,” ujarnya.

Munir juga menuturkan, bahwa posisinya sebagai Ketua PWI Jawa Timur merupakan hasil kepercayaan dari anggota, bukan ambisi pribadi. Ia mengaku tidak pernah secara aktif mengejar jabatan, melainkan fokus bekerja dan memberikan kontribusi terbaik.

“Ketika kita berada dalam sebuah jabatan, itu selalu ada tangga untuk naik. Prinsip saya adalah berbuat baik dan memberikan kebaikan,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Penasihat PWI Pusat, Imawan Mashuri yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan, apresiasinya terhadap sosok Akhmad Munir. Ia menilai, Munir sebagai figur yang patut dibanggakan, terutama karena latar belakangnya yang kuat dengan nilai-nilai religius dari daerah asalnya, Sumenep.

“Hidupnya menunjukkan bahwa kecintaan kepada ibu menjadi salah satu kunci kesuksesan. Kita percaya, siapa yang mencintai ibunya akan dicintai Tuhan,” ujarnya.

Imawan juga menyoroti, kondisi dunia jurnalistik saat ini yang dihadapkan pada tantangan era digital. Ia mengingatkan agar insan pers tetap menjadikan media arus utama sebagai rujukan kebenaran di tengah maraknya informasi di media sosial.

“Kita boleh melihat media sosial, tetapi untuk kebenaran tetap harus kembali ke media mainstream,” tegasnya.

Melalui peluncuran buku ini, PWI Jawa Timur berharap dapat memberikan inspirasi, khususnya bagi generasi muda dan jurnalis, untuk terus berproses, menjunjung nilai integritas, serta tidak melupakan peran keluarga dalam perjalanan meraih kesuksesan.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.