PADANG (Lentera) - Gunung Marapi yang berlokasi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) meluncurkan abu vulkanik setinggi 1,6 kilometer usai erupsi pada Kamis (16/4/2026) pagi sekira pukul 08.43 WIB.
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pada Kamis pukul 08.43 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.600 meter di atas puncak gunung," ujar Petugas Pos Gunung Api (PGA), Ilhamdi Saputra di Padang, melansir Antara.
Dikatakannya, dari pengamatan yang ada kolom abu nampak berwarna kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke timur laut. Erupsi atau letusan gunung api setinggi 2.891 meter di atas permukaan laut (MDPL) itu masih terjadi saat petugas PGA membuat laporan.
Saat ini Ilhamdi menyebut Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi dan imbauan kepada masyarakat.
"Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (Kawah Verbeek)," katanya.
Kedua, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin. Terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi ketika hujan atau musim hujan.
Selain itu, apabila hujan abu terjadi, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif.
Editor: Santi





.jpg)
