13 April 2026

Get In Touch

Stok BBM Tinggal 38 Hari, Australia Cari Pasokan ke Malaysia-Brunei

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dijadwalkan melakukan lawatan ke Brunei dan Malaysia untuk menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri (AFP)
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dijadwalkan melakukan lawatan ke Brunei dan Malaysia untuk menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri (AFP)

CANBERRA (Lentera) -Pemerintah Australia mengungkapkan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional kini hanya cukup untuk 38 hari, memicu langkah diplomasi energi ke kawasan Asia Tenggara.

Dalam waktu dekat, Perdana Menteri Anthony Albanese dijadwalkan mengunjungi Brunei dan Malaysia untuk menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri.

Langkah itu dilakukan menyusul melonjaknya harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Diplomasi energi ke Asia Tenggara

Dilansir AFP, Kantor Perdana Menteri menyatakan bahwa Albanese akan melakukan perjalanan ke Brunei dan Kuala Lumpur pada 14–17 April untuk bertemu Sultan Hassanal Bolkiah dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Pertemuan tersebut akan membahas isu keamanan energi dan pangan, dua sektor yang saling berkaitan erat bagi Australia.

Australia dikenal sebagai salah satu eksportir utama gas alam cair (LNG) dunia. Namun, negara tersebut masih sangat bergantung pada impor bahan bakar olahan dan pupuk dari kawasan Asia untuk mendukung kebutuhan domestik, termasuk sektor pertanian.

Tekanan global dan ketergantungan impor

Negara-negara Asia saat ini menghadapi tekanan akibat lonjakan harga energi global yang dipicu perang di Timur Tengah. Kondisi ini turut memengaruhi stabilitas pasokan bagi negara seperti Australia.

Dalam kunjungan sebelumnya ke Singapura, Australia telah mencapai kesepakatan untuk menjaga kelancaran aliran bahan bakar olahan dan LNG.

Malaysia sendiri merupakan pemasok bahan bakar olahan terbesar ketiga bagi Australia, sementara Australia memasok sekitar 95 persen kebutuhan LNG impor Malaysia.

Selain itu, Brunei dan Malaysia juga menjadi pemasok penting pupuk yang dibutuhkan petani Australia untuk produksi pangan.

Pemerintah jamin pasokan tetap stabil

Dalam pernyataannya, Albanese menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga pasokan energi tetap mengalir.

Ia mengatakan, "Kami mengambil setiap langkah untuk memperkuat hubungan dan berinteraksi dengan mitra utama guna menjaga pasokan bahan bakar kami tetap berjalan."

Data terbaru dari otoritas menunjukkan bahwa Australia memiliki cadangan 38 hari untuk bensin, 31 hari untuk solar, dan 28 hari untuk bahan bakar jet.

Meski terjadi lonjakan permintaan dan aksi panic buying, pasokan nasional disebut masih stabil sejak konflik Timur Tengah pecah pada 28 Februari.

Pemerintah juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 57 kapal tanker yang sedang menuju Australia membawa pasokan bahan bakar.

Seruan hemat energi dan gencatan senjata

Sebagai langkah tambahan, dilansir Kompas, pemerintah meluncurkan kampanye iklan yang mendorong masyarakat untuk menghemat penggunaan BBM.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Penny Wong menyerukan agar gencatan senjata di Timur Tengah terus dilanjutkan.

Ia juga mendesak kembalinya jalur diplomasi setelah pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa kesepakatan, yang turut memperpanjang ketidakpastian di pasar energi global (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.