13 April 2026

Get In Touch

Di Islamabad, Iran-AS Bahas Selat Hormuz, Nuklir, hingga Pengakhiran Konflik

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf melihat dokumentasi foto dan tas sekolah anak-anak yang tewas dalam serangan Minab, yang ditempatkan di kursi selama penerbangannya ke Islamabad di Iran, Sabtu (11/4/2026). (foto:ist/Ant)
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf melihat dokumentasi foto dan tas sekolah anak-anak yang tewas dalam serangan Minab, yang ditempatkan di kursi selama penerbangannya ke Islamabad di Iran, Sabtu (11/4/2026). (foto:ist/Ant)

MOSKOW (Lentera) - Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) digelar di Islamabad, Pakistan, dengan kedua pihak membahas sejumlah isu utama, mulai dari Selat Hormuz, nuklir Iran, pencabutan sanksi, hingga upaya pengakhiran konflik secara menyeluruh.

Mengutip Antara, kantor berita Reuters menyebut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan keberhasilan perundingan sangat bergantung pada keseriusan Amerika Serikat dalam mencapai kesepakatan.

Menurut Baghaei, Iran menolak pendekatan "maksimalisme" yang selama ini dinilai menghambat dialog. Ia juga menekankan pentingnya pengakuan terhadap hak-hak Iran sebagai bagian dari syarat utama tercapainya kesepakatan yang adil dan berkelanjutan.

Isu Selat Hormuz juga menjadi salah satu titik paling sensitif dalam pembicaraan. Jalur pelayaran strategis tersebut selama ini menjadi urat nadi distribusi energi global, sehingga setiap ketegangan di kawasan itu berpotensi memicu gejolak ekonomi dunia.

Dalam perkembangan lain, Al Jazeera melaporkan Pakistan turut mengambil peran dengan mengusulkan patroli bersama di Selat Hormuz. Usulan tersebut ditujukan kepada Iran dan Amerika Serikat sebagai langkah menjaga keamanan dan stabilitas jalur pelayaran internasional.

Sumber diplomatik di pemerintahan Pakistan menyebutkan, skema patroli bersama itu mencakup pengaturan lalu lintas kapal serta mekanisme pengawasan bersama guna mencegah eskalasi konflik di kawasan.

Dari pihak Iran, delegasi dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia didampingi sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.

Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden J. D. Vance. Ia didampingi utusan khusus Presiden Donald Trump, yakni Steve Witkoff, serta penasihat senior Jared Kushner.

Editor:Santi,ist

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.