SURABAYA (Lentera) – DPRD Jawa Timur menerapkan kombinasi kebijakan work from home (WFH) dan pengembangan konsep smart office, untuk menekan biaya energi dan operasional di lingkungan kelembagaan.
Sekretaris DPRD Jawa Timur, Ali Kuncoro memastikan kebijakan penghematan listrik tetap berjalan seiring penerapan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN).
“Kebijakan ini mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dengan penyesuaian bagi ASN yang tetap harus mendampingi kegiatan kedewanan,” ungkap Ali Kuncoro, Selasa (31/03/2026).
Ali Kuncoro menjelaskan, ASN yang tidak memiliki tugas langsung dalam kegiatan anggota DPRD diarahkan bekerja dari rumah. Sementara ASN yang terlibat dalam pendampingan kegiatan legislasi, penganggaran, dan pengawasan tetap bekerja seperti biasa.
“Efisiensi tetap kita jalankan, baik penghematan listrik, bahan bakar, maupun anggaran. Tapi produktivitas harus tetap berjalan dan tidak boleh terganggu,” tegasnya.
Selain pengaturan pola kerja, DPRD Jatim juga mendorong penggunaan transportasi massal bagi ASN yang berdomisili di Surabaya. Untuk pegawai dari luar kota, disiapkan fasilitas agar dapat tinggal sementara di Surabaya guna menekan biaya operasional harian.
“Ke depan, DPRD Jatim juga tengah menyiapkan penerapan konsep smart office untuk mendukung efisiensi energi,” pungkasnya.
Ali Kuncoro menjelaskan, melalui sistem tersebut penggunaan listrik seperti AC, lampu, dan perangkat elektronik lainnya dapat dikontrol secara terpusat sehingga penghematan energi dapat dilakukan lebih optimal.
Reporter: Pradhita/Editor: Ais





.jpg)
