31 March 2026

Get In Touch

BNPB Catat Bencana Signifikan Terjang Sumatera dan Jawa dalam 24 Jam

Wilayah terdampak tanah longsor di Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan (28/3/2026).(foto:BNPB)
Wilayah terdampak tanah longsor di Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan (28/3/2026).(foto:BNPB)

JAKARTA (Lentera) - Dalam kurun waktu 24 jam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 3 kejadian bencana signifikan menerjang wilayah Sumatera dan Jawa.

Bencana yang didominasi hidrometeorologi basah, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem tersebut berdampak pada permukiman warga.

"Kami menghimpun laporan kejadian bencana yang terjadi pada Minggu (29/3/2026) pukul 07.00 WIB hingga Senin (30/3/2026) pukul 07.00 WIB. Dari pendataan tersebut, terdapat tiga peristiwa dengan dampak cukup signifikan," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dikutip dari laman resmi BNPB, Senin (30/3/2026).

Peristiwa pertama terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Banjir merendam sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Tapian Nauli II di Kecamatan Tapian Nauli serta Kelurahan Pondok Batu dan Pasir Bidang di Kecamatan Sarudik, pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurut Abdul, banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur kawasan tersebut. Akibatnya, sebanyak 400 kepala keluarga terdampak dengan tinggi muka air mencapai 10 hingga 20 sentimeter.

Meski demikian, kondisi berangsur membaik. "Pada hari Minggu (29/3/2026) air sudah surut dan warga kembali ke rumah masing-masing," kata Abdul.

Menurutnya, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah bersama unsur terkait telah melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat guna memastikan penanganan berjalan optimal.

Bencana berikutnya terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan. Banjir yang disertai tanah longsor melanda Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, pada Sabtu (28/3/2026) pukul 20.30 WIB.

Peristiwa tersebut juga dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. BNPB mencatat sebanyak 34 kepala keluarga terdampak, dengan satu orang mengalami luka ringan.

Selain itu, dampak kerusakan cukup signifikan. Sebanyak 27 rumah warga terdampak dan tujuh unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat terjangan longsor.

Sementara itu, cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu (28/3/2026) pukul 14.00 WIB. Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Dua wilayah terdampak yakni Desa Bojongsari di Kecamatan Kedungreja dan Desa Panikel di Kecamatan Kampung Laut. Tercatat sebanyak 21 kepala keluarga terdampak akibat kejadian ini.

"Dari total kerusakan, satu rumah mengalami rusak sedang, 18 rumah rusak ringan, serta dua rumah makan dilaporkan mengalami kerusakan berat," kata Abdul.

Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.

Masyarakat diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri apabila hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam durasi lama, serta memahami jalur evakuasi yang aman di wilayah masing-masing.

Selain itu, warga yang tinggal di bantaran sungai diminta rutin memantau ketinggian muka air dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.

BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari area berisiko saat terjadi hujan deras dan angin kencang, seperti berada di dekat pohon besar, papan reklame, maupun bangunan yang berpotensi roboh.

Editor:Santi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.