31 March 2026

Get In Touch

Hemat Energi, Mendikdasmen Imbau Siswa Jalan Kaki dan Bersepeda ke Sekolah

Arsip:Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, ditemui di Universitas Negeri Malang. (Santi/Lentera)
Arsip:Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, ditemui di Universitas Negeri Malang. (Santi/Lentera)

JAKARTA (Lentera) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengimbau para siswa untuk berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, khususnya bagi yang tinggal di jarak dekat, sebagai upaya untuk menghemat energi.

"Kami imbau kalau rumahnya dekat dan kondisi aman serta nyaman, tidak ada salahnya siswa berjalan kaki atau kembali bersepeda seperti saat masa Covid-19. Selain sehat, ini juga hemat energi dan baik untuk lingkungan,” ujarnya, usai menghadiri kegiatan Halalbihalal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta Pusat, mengutip Antara, Senin (30/3/2026).

Menurut Mu’ti, langkah kecil yang dilakukan secara kolektif dapat berdampak besar terhadap pengurangan konsumsi bahan bakar, terutama di tengah kekhawatiran krisis energi global.

Bukan tanpa alasan, saat ini pemerintah  tengah mengantisipasi potensi krisis minyak dunia yang dipicu oleh konflik di kawasan Teluk dan Timur Tengah. Kondisi geopolitik tersebut dinilai dapat memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi global.

Selain mendorong perubahan pola transportasi siswa, Mu’ti juga meminta sekolah untuk aktif menggalakkan program daur ulang sampah.

Diharapkannya, pengelolaan sampah di lingkungan sekolah tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga mampu menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan.

"Sekolah bisa menjadi contoh dalam pengelolaan sampah. Sampah tidak hanya dibuang, tapi diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, termasuk sumber energi," katanya.

Lebih lanjut, Mu’ti turut menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan tersebut. Ia menilai, ketersediaan transportasi umum yang aman dan nyaman menjadi faktor kunci untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.

Saat ini, menurutnya, banyak siswa memilih menggunakan sepeda motor karena keterbatasan akses angkutan umum di wilayah tempat tinggal mereka. Kondisi ini dinilai berkontribusi terhadap tingginya konsumsi bahan bakar dan polusi udara.

"Kalau transportasi umum tersedia dengan baik, siswa tentu punya pilihan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan efisiensi energi secara lebih terarah dan spesifik di berbagai sektor.

"Presiden menekankan pentingnya penghematan energi di berbagai sektor sebagai respons terhadap dinamika politik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pasokan dan harga energi global," kata Teddy.

Editor:Santi,ist

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.