29 March 2026

Get In Touch

Wagub Emil Hadiri Lebaran Kupat di Durenan Trenggalek, Manfaatkan Momen Pulang Kampung

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak didampingi Arumi Bachsin saat menghadiri perayaan Lebaran Ketupat di Desa Durenan, Trenggalek, Sabtu (28/3/2026).
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak didampingi Arumi Bachsin saat menghadiri perayaan Lebaran Ketupat di Desa Durenan, Trenggalek, Sabtu (28/3/2026).

TRENGGALEK (Lentera) — Ribuan warga memadati perayaan Lebaran Ketupat di Desa Durenan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek yang juga dimanfaatkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak untuk pulang kampung dan bersilaturahmi dalam tradisi tahunan penuh nilai budaya tersebut, Sabtu (28/3/2026).

Perayaan yang terpusat di Pondok Pesantren Babul Ulum itu berlangsung meriah sejak pagi. Warga dari berbagai daerah datang untuk bersilaturahmi dengan pengasuh ponpes, KH Abdul Fattah Muin, sekaligus mengikuti rangkaian tradisi Kupatan yang telah mengakar di masyarakat.

Di tengah keramaian, Emil Dardak hadir bersama istrinya, Arumi Bachsin. Ia mengaku momen Lebaran Ketupat menjadi waktu yang paling memungkinkan baginya untuk kembali ke Trenggalek, mengingat padatnya agenda saat Hari Raya Idulfitri di Surabaya.

"Ini kampung halaman saya. Momentum Kupatan justru menjadi waktu yang paling pas untuk pulang karena saat Idul Fitri kami bertugas di Surabaya," kata Emil.

Ia menambahkan, sebelumnya dirinya juga telah bersilaturahmi dengan warga di Kelurahan Ngantru. Kehadirannya di Durenan kali ini sekaligus untuk bertemu dengan keluarga besar pendiri Ponpes Babul Ulum, Syekh Abdul Mahsyir atau Mbah Mesir, serta menyaksikan pawai Kupatan.

"Alhamdulillah bisa bertemu dengan zuriah Mbah Mesir dan ikut menyaksikan pemberangkatan pawai Kupatan yang menjadi tradisi khas di sini," ujarnya.

Menurut Emil, tradisi Kupatan bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi simbol kuat pelestarian budaya dan nilai-nilai pesantren yang diwariskan secara turun-temurun.

"Tradisi ini terus hidup dari generasi ke generasi dan menjadi pengikat masyarakat dengan akar budaya pesantren, khususnya di Trenggalek," pungkasnya.

 

 

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.