28 March 2026

Get In Touch

Januari-Maret, BGN Tangguhkan Operasi 2.500 Dapur Penyedia MBG

Direktur Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) Wilayah I BGN, Harjito didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau SPPG Sukoharjo, Kota Malang, Jumat (27/3/2026). (Santi/Lentera)
Direktur Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) Wilayah I BGN, Harjito didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau SPPG Sukoharjo, Kota Malang, Jumat (27/3/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 2.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak Januari hingga Maret 2026.

"Pemerintah melalui Bapak Presiden sangat tegas. Jika ada SPPG yang tidak sesuai dengan juknis, maka perintahnya adalah untuk disuspend," ujar Direktur Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) Wilayah I BGN, Harjito, ditemui usai meninjau SPPG Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (27/3/2026).

Dijelaskannya, istilah suspend merujuk pada penghentian sementara operasional dapur MBG hingga pihak penyedia layanan melakukan perbaikan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Kebijakan ini diberlakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus upaya menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Adapun kriteria yang menyebabkan sebuah SPPG disuspend antara lain terkait kelengkapan fasilitas dan tata kelola operasional. Beberapa di antaranya meliputi ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pengelolaan limbah sampah, hingga aspek kebersihan dan keamanan pangan.

"Jika semua persyaratan itu sudah dipenuhi, maka operasional bisa kami buka kembali," jelasnya.

Lebih lanjut, Harjito menyebut penurunan jumlah SPPG yang disuspend menunjukkan adanya perbaikan yang dilakukan oleh para mitra penyedia layanan MBG di berbagai daerah. Evaluasi dan pembinaan terus dilakukan agar seluruh dapur dapat memenuhi standar yang ditetapkan.

BGN juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang menemukan kendala dalam pelaksanaan program MBG. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 127 maupun melalui jalur koordinasi di tingkat daerah seperti Karek, Korwil, dan Korcam.

"Kami pastikan setiap laporan yang masuk akan segera direspons," tegasnya.

Dari hasil evaluasi secara menyeluruh, BGN menilai pelaksanaan MBG di Pulau Jawa secara umum berjalan cukup baik. Hal ini mengingat jumlah SPPG di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat mencapai sekitar 11.000 dapur.

Meski demikian masih terdapat sejumlah kendala, terutama di wilayah yang sulit dijangkau seperti daerah pelosok maupun kawasan perbatasan pantai. 

Untuk wilayah Kota Malang, kondisi SPPG relatif terkendali. Hanya terdapat satu kasus yang sempat menjadi sorotan publik terkait menu MBG Ramadan beberapa waktu lalu.

Kasus tersebut berkaitan dengan ditemukannya menu puding stroberi yang berbelatung, sehingga SPPG terkait harus disuspend sementara waktu. BGN kemudian melakukan edukasi dan pembinaan kepada pihak penyedia layanan.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.