MALANG (Lentera) - Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama periode Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Malang mengalami peningkatan. Polisi menyebut, kondisi microsleep mendominasi faktor penyebab kecelakaan di tengah tingginya arus kendaraan.
"Untuk angka kecelakaan lalu lintas memang meningkat. Karena memang banyak kendaraan yang keluar-masuk di wilayah Kabupaten Malang," ujar Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, Rabu (25/3/2026).
Sebagai informasi, jumlah kecelakaan naik dari 8 kasus pada 2025 menjadi 19 kasus pada 2026, atau meningkat 11 kasus (137,5%). Korban meninggal dunia (MD) juga bertambah dari 0 menjadi 1 orang (naik 100%). Sementara itu, korban luka berat (LB) meningkat dari 1 menjadi 3 orang (naik 2 kasus atau 200%), dan korban luka ringan (LR) dari 18 menjadi 30 orang (naik 12 kasus atau 66,7%).
Lebih lanjut, Chelvin menjelaskan faktor utama penyebab kecelakaan pada arus balik Lebaran tahun ini didominasi oleh microsleep atau kondisi pengendara yang tertidur sesaat. Hal ini terjadi karena kepadatan lalu lintas yang membuat kendaraan tidak melaju dengan kecepatan tinggi.
"Kalau situasi padat, kendaraan tidak kencang. Justru didominasi microsleep atau mengantuk. Tidak sadar tertidur sebentar, sehingga terjadi kecelakaan," jelasnya.
Ia menambahkan, kecelakaan tersebut lebih banyak terjadi pada siang hari, meskipun secara waktu bersifat variatif. Sementara itu, lokasi kejadian didominasi di jalur arteri, bukan di jalan tol. "Di arteri, mulai dari Singosari, Lawang, arah Kota Batu hingga ke Blitar. Kalau di tol nihil," tegasnya.
Di sisi lain, peningkatan arus kendaraan selama Lebaran juga terpantau signifikan di tiga gerbang tol wilayah Kabupaten Malang, yakni Lawang, Singosari, dan Pakis. Data menunjukkan jumlah kendaraan yang keluar menuju Surabaya mencapai puncak arus balik pada Selasa (24/3/2026) dengan total 33.541 kendaraan.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah Malang pada tanggal yang sama tercatat sebanyak 30.004 kendaraan. Angka tersebut menjadi bagian dari tren kenaikan volume kendaraan sejak beberapa hari sebelumnya.
Kendati terjadi lonjakan, Chelvin memastikan kondisi lalu lintas tetap terkendali. Tidak ada kemacetan parah yang menyebabkan arus kendaraan terhenti total, meskipun sempat terjadi antrean di sejumlah titik.
"Masih tetap mengalir, roda masih berputar. Memang ada antrean, tapi tidak sampai macet total," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak kepolisian juga telah menyiapkan berbagai langkah. Mulai dari penempatan personel di titik rawan, penyediaan jalur alternatif, hingga penerapan rekayasa lalu lintas.
Memasuki H+4 Lebaran atau Rabu (25/3/2026), menurutnya jumlah kendaraan yang keluar maupun masuk wilayah Malang mulai menunjukkan penurunan. Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk waspada, terutama menghadapi potensi puncak arus balik kedua yang diprediksi terjadi pada akhir pekan, 28-29 Maret 2026.
"Kami mengimbau masyarakat untuk benar-benar memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan baik sebelum berkendara," pungkas Chelvin.
Reporter: Santi Wahyu





.jpg)
