20 March 2026

Get In Touch

Polres Malang Sebut Lalin pada Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Justru Menurun

Situasi arus lalu lintas dari arah Simpang 4 Karanglo menuju Kota Malang ataupun Kota Batu, Jumat (20/3/2026) sore. (Santi/Lentera)
Situasi arus lalu lintas dari arah Simpang 4 Karanglo menuju Kota Malang ataupun Kota Batu, Jumat (20/3/2026) sore. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Arus lalu lintas (lalin) pada puncak mudik Lebaran 2026 di 3 ruas tol wilayah Kabupaten Malang, justru menunjukkan penurunan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Kanit Turjawali) Polres Malang, Iptu Andi Agung berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah titik.

"Untuk update perkembangan arus lalu lintas, kami pantau mulai dari Kamis (19/3/2026) justru menurun," ujar Andi, ditemui di Pos Terpadu Pelayanan Karanglo, Jumat (20/3/2026).

Dijelaskannya, penurunan volume kendaraan mulai terpantau sejak Kamis (19/3/2026), yang sebelumnya diprediksi menjadi hari puncak arus mudik. Kondisi ini tidak sesuai dengan proyeksi awal yang memperkirakan lonjakan kendaraan mencapai lebih dari 25 ribu unit per hari.

Data menunjukkan, jumlah kendaraan yang keluar Malang menuju arah Surabaya melalui Gerbang Tol (GT) Singosari, Lawang, dan Pakis tercatat sebanyak 17.337 kendaraan. Sementara itu, kendaraan yang masuk ke wilayah Malang dan Kota Batu melalui exit tol yang sama mencapai 18.927 kendaraan.

Jika dibandingkan dengan data beberapa hari sebelumnya, lanjut Andi, angka tersebut mengalami penurunan. Pada periode Jumat (13/3/2026) hingga Rabu (18/3/2026), volume kendaraan keluar Malang sempat berada di kisaran 18 ribu hingga lebih dari 22 ribu kendaraan per hari. 

Sementara itu, kendaraan yang masuk ke wilayah Malang dan Kota Batu juga menunjukkan tren fluktuatif, dengan jumlah tertinggi terjadi pada Sabtu mencapai 22.842 kendaraan, serta Rabu sebesar 22.189 kendaraan.

Untuk kondisi terkini, Andi menyebut arus lalu lintas pada Jumat (20/3/2026) secara umum masih terpantau lancar. Faktor cuaca yang cenderung panas di siang hari dan mulai gerimis pada sore hari juga tidak berdampak signifikan terhadap kepadatan kendaraan.

Ditambahkannya, berdasarkan pemantauan per jam sejak pagi hingga siang hari, volume kendaraan masih berada di bawah 1.000 kendaraan per jam. Angka tersebut dinilai masih dalam kategori landai dan jauh dari kondisi kepadatan.

"Selain di jalur tol, pemantauan juga dilakukan secara real time di sejumlah jalur arteri. Di antaranya simpang empat Karanglo, simpang tiga Masjid Kembar, simpang empat Kepuharjo, serta simpang tiga Karangploso," katanya. 

Dari hasil pemantauan, arus lalu lintas di titik-titik tersebut terpantau lancar, baik untuk kendaraan yang mengarah ke Kota Batu maupun ke Surabaya. "Tidak terlihat adanya antrean panjang maupun kepadatan berarti," terang Andi. 

Andi menduga, kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan kebiasaan masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik. Selain itu, adanya perbedaan waktu perayaan Idul Fitri di sebagian umat Islam juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi distribusi arus kendaraan.

Meski demikian, pihak kepolisian mengingatkan potensi lonjakan arus lalu lintas masih dapat terjadi pada saat arus liburan atau wisata.

Diperkirakan, peningkatan volume kendaraan akan terjadi pada H+1 Lebaran, terutama menuju kawasan wisata seperti Kota Malang, Kota Batu, hingga Blitar melalui jalur Kepanjen, Talangagung, dan Sumberpucung.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.