SURABAYA (Lentera) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur menyatakan kesiapan untuk menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada tahun ini. Namun hingga kini pelaksanaannya masih menunggu penentuan jadwal dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, mengatakan pihaknya siap melaksanakan Musda kapan pun jadwal ditetapkan oleh DPP, mengingat agenda tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pusat.
“DPP tentu punya kewenangan penuh untuk menentukan kapan Musda dilaksanakan. Dalam kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi teman-teman, dan insyaAllah semuanya akan terus menjadi keluarga besar DPD Demokrat Jawa Timur,” ungkap Emil saat ditemui di sela acara buka bersama dengan pengurus DPD Demokrat Jatim di kantornya, Kamis (12/03/26) malam.
Menurut Emil yang juga Wakil Gubernur Jatim, hingga saat ini belum ada kepastian waktu pelaksanaan Musda Demokrat Jawa Timur. Meski demikian, ia mengapresiasi dedikasi para kader dan pengurus partai di seluruh daerah yang dinilai tetap menjaga soliditas organisasi.
Ia menilai hubungan kerja di internal Demokrat Jatim selama ini berjalan harmonis.
Chemistry dan ritme kerja antar pengurus serta kader juga disebut sudah terbentuk dengan baik sehingga diharapkan tetap solid menjelang agenda konsolidasi partai.
“Chemistry dan ritme kinerja kita sudah berjalan baik. Mudah-mudahan tetap solid dan menjadi bagian dari kekuatan Demokrat Jawa Timur,” katanya.
Terkait kemungkinan dirinya kembali memimpin Demokrat Jatim melalui mekanisme aklamasi, Emil enggan berspekulasi. Ia menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan DPP.
“Saya tidak bisa bicara soal itu. Saya mengapresiasi mereka yang memberi opini baik kepada saya, tetapi yang punya kewenangan menilai dan memutuskan tetap DPP,” jelasnya.
Emil menambahkan, mekanisme Musda dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) terbaru memberikan ruang bagi daerah untuk memberikan masukan. Namun keputusan akhir tetap berada di tingkat DPP.
Ia juga menyebut 38 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat di Jawa Timur saat ini kompak menyerahkan sepenuhnya keputusan kepemimpinan kepada Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono.
“Yang saya pahami, 38 DPC di Jawa Timur semuanya kompak mempercayakan sepenuhnya kepada Ketua Umum Mas AHY untuk menentukan siapa yang terbaik untuk Jawa Timur. Bahkan untuk mengusulkan nama pun menunggu arahan dari pusat,” terangnya.
Sebagai kader partai, Emil menegaskan siap menjalankan amanah apabila kembali dipercaya memimpin Demokrat Jawa Timur. Namun ia menekankan hal tersebut bukan ambisi pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap partai.
Sementara itu, Bendahara DPD Demokrat Jawa Timur, Agung Mulyono, memperkirakan Musda Demokrat Jatim kemungkinan digelar setelah Lebaran tahun ini.
“Mudah-mudahan pasca Lebaran. Kemarin sudah zoom dengan OKK, kita tinggal menunggu giliran saja,” ujarnya.
Menurut Agung, tahun ini DPP menjadwalkan Musda di sejumlah provinsi besar seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran.
“Yang pasti tahun ini. Karena agendanya juga banyak di provinsi lain,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa mekanisme Musda sesuai peraturan organisasi (PO) terbaru tidak lagi seperti sebelumnya yang membuka dukungan secara luas. Dalam mekanisme baru, jumlah calon ketua DPD dibatasi maksimal tiga orang dan keputusan akhir tetap berada di tangan DPP.
“Sesuai PO, mekanismenya tidak seperti dulu yang banyak dukungan. Maksimal calon tiga, nanti ditentukan oleh DPP. Jadi bukan berarti yang dukungannya paling banyak otomatis jadi,” pungkasnya.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH





.jpg)
