13 March 2026

Get In Touch

AS Habiskan Biaya Rp190,9 Triliun dalam 6 Hari Perang Melawan Iran

Kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) dan kapal serbu amfibi kelas Wasp USS Kearsarge (LHD 3). ((Dok. US Navy)
Kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) dan kapal serbu amfibi kelas Wasp USS Kearsarge (LHD 3). ((Dok. US Navy)

SURABAYA (Lentera) - Para pejabat dari administrasi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memperkirakan selama pengarahan kongres minggu ini bahwa enam hari pertama perang melawan Iran telah menelan biaya setidaknya $11,3 miliar atau setara dengan Rp190,9 triliun dengan krus Rp16.898 per $1, kata sebuah sumber kepada Reuters.

Angka tersebut tidak termasuk seluruh biaya perang, tetapi diberikan kepada para anggota parlemen karena mereka telah menuntut informasi lebih lanjut tentang biaya tersebut.

Melansir Aljazeera, Kamis (12/3/2026), beberapa ajudan kongres mengatakan mereka memperkirakan Gedung Putih akan segera mengajukan permintaan kepada Kongres untuk pendanaan tambahan untuk perang tersebut. Beberapa pejabat mengatakan permintaan tersebut bisa mencapai $50 miliar, sementara yang lain mengatakan perkiraan itu tampaknya terlalu rendah.

Pemerintahan belum memberikan penilaian publik tentang biaya konflik atau gambaran yang jelas tentang perkiraan durasinya. Trump mengatakan selama perjalanan ke Kentucky pada hari Rabu bahwa "kita memenangkan" perang tersebut tetapi AS akan tetap berjuang untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Angka $11,3 miliar pertama kali dilaporkan pada hari Rabu oleh The New York Times.

Sementara dari sisi kerugian manusia, perang AS-Israel di Iran sejauh ini telah menewaskan sekitar 2.000 orang, sebagian besar warga Iran dan Lebanon, seiring konflik menyebar ke seluruh Timur Tengah, dengan serangan balasan Iran terhadap negara-negara tetangga yang menampung aset AS, yang menyebabkan harga energi melonjak.

Badan anak-anak PBB (UNICEF) mengatakan bahwa "konflik yang semakin intensif" telah menewaskan atau melukai 1.100 anak, menciptakan situasi "bencana" bagi jutaan anak di seluruh Timur Tengah.

Sekitar 800.000 orang telah mengungsi di Lebanon akibat pemboman Israel yang tiada henti.

Para pejabat pemerintah juga telah mengatakan kepada anggota parlemen bahwa amunisi senilai $5,6 miliar telah digunakan selama dua hari pertama serangan.

Anggota Kongres, yang mungkin segera harus menyetujui pendanaan tambahan untuk perang tersebut, telah menyatakan kekhawatiran bahwa konflik tersebut akan menguras persediaan militer AS pada saat industri pertahanan sudah berjuang untuk memenuhi permintaan. (*)


Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.