11 March 2026

Get In Touch

Glukoma Sebabkan Kebutaan Permanen, Ini Penjelasan Doker Mata RS JEC JAVA Surabaya

Kegiatan skrining mata gratis yang digelar JEC JAVA Surabaya.
Kegiatan skrining mata gratis yang digelar JEC JAVA Surabaya.

SURABAYA (Lentera) -Memperingati Pekan Glaukoma Sedunia 2026, Rumah Sakit Mata JEC JAVA @ Surabaya menggelar program skrining mata gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya glaukoma yang dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak terdeteksi sejak dini.

Program pemeriksaan ini menjadi bagian dari kampanye edukasi kesehatan mata yang digelar sepanjang Maret hingga April 2026. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kesehatan saraf optik dan melakukan pemeriksaan rutin, terutama bagi kelompok yang memiliki faktor risiko.

Dokter mata di JEC JAVA @ Surabaya, Dr. Dian Arumdini, SpM, menjelaskan glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan yang sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

“Kerusakan penglihatan akibat glaukoma bersifat permanen. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah paling penting untuk mengendalikan perkembangan penyakit ini,” kata Dr. Dian, Rabu (11/3/2026).

Ia menuturkan, glaukoma kerap disebut sebagai silent thief of sight atau pencuri penglihatan karena kerusakan saraf optik terjadi secara perlahan tanpa disertai keluhan yang jelas.

Dalam program skrining tersebut, masyarakat dapat menjalani sejumlah pemeriksaan dasar, antara lain pengukuran tekanan bola mata (tonometri) serta evaluasi kondisi saraf optik. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui adanya potensi kerusakan penglihatan sejak tahap awal.

Kelompok masyarakat yang disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin di antaranya adalah individu berusia di atas 40 tahun, penderita diabetes, mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma, serta pasien dengan tekanan bola mata tinggi.

Menurut Dr. Dian, banyak pasien baru datang memeriksakan diri setelah mengalami penyempitan lapang pandang secara signifikan. Kondisi tersebut sering kali menandakan bahwa kerusakan saraf optik sudah berlangsung cukup lama.

“Padahal jika diketahui lebih awal, dokter masih memiliki banyak pilihan terapi untuk memperlambat perkembangan penyakit,” jelasnya.

Saat ini, penanganan glaukoma dapat dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari penggunaan obat tetes mata khusus, terapi laser, hingga tindakan bedah minimal invasif. 

Perkembangan teknologi medis juga memungkinkan proses perawatan yang lebih efektif dengan waktu pemulihan yang relatif singkat.

Selain skrining untuk masyarakat umum, JEC JAVA @ Surabaya juga menggelar seminar ilmiah bagi tenaga kesehatan guna memperkuat kemampuan deteksi dini glaukoma di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Langkah ini dilakukan mengingat tingginya angka gangguan penglihatan di Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Timur. Melalui kolaborasi antara edukasi publik dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, diharapkan deteksi glaukoma dapat dilakukan lebih cepat dan lebih luas.

"Lewat kampanye edukasi dan pemeriksaan dini ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mata semakin meningkat sehingga angka kebutaan akibat glaukoma dapat ditekan," harapnya.

Diketahui, masyarakat yang ingin mengikuti program skrining mata gratis dapat melakukan pendaftaran melalui kanal informasi resmi JEC Group.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.