09 March 2026

Get In Touch

Wakil Ketua DPRD Surabaya Ingatkan Pemkot Waspadai Urbanisasi dan Dampak Sosialnya

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni. (Amanah/Lentera)
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Arus urbanisasi ke Kota Surabaya setiap tahun terutama setelah Lebaran dinilai sebagai fenomena yang tidak dapat dihindari, sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur sekaligus pusat ekonomi kawasan timur Indonesia.

Surabaya menjadi tujuan warga dari daerah, untuk mencari pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni mengatakan perpindahan penduduk dari berbagai daerah ke Surabaya merupakan konsekuensi dari posisi kota ini sebagai pusat perdagangan, jasa, dan industri di Jawa Timur.

“Surabaya sebagai ibu kota Jawa Timur memang tidak bisa menolak datangnya warga dari kabupaten atau kota lain yang ingin memperbaiki nasib dibandingkan di daerah asalnya,” kata Fathoni, Senin (9/3/2026).

Ia menilai, urbanisasi yang tidak terkelola berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial di kota besar. Untuk itu, diperlukan koordinasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, serta pemerintah daerah asal para pendatang.

Menurut Fathoni, pemerintah perlu memastikan bahwa masyarakat yang datang ke Surabaya memiliki keterampilan atau rencana pekerjaan yang jelas.

“Pemkot Surabaya perlu meminta Pemprov Jawa Timur untuk berkomunikasi dengan kabupaten dan kota asal pendatang, sehingga yang datang ke Surabaya setidaknya memiliki skill dan sudah memiliki rencana kerja,” ujarnya.

Politisi dari Golkar ini mengingatkan, jika arus urbanisasi tidak diimbangi kesiapan sumber daya manusia, maka dapat meningkatkan angka pengangguran terbuka di Kota Pahlawan. 

Kondisi tersebut juga berpotensi memicu meningkatnya kriminalitas, serta mengganggu efektivitas program-program sosial pemerintah.

Fathoni menilai, salah satu solusi jangka panjang untuk menekan urbanisasi adalah pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Timur. Menurutnya, beberapa daerah yang sebelumnya menjadi penyumbang urbanisasi terbesar kini mulai mengalami pertumbuhan ekonomi, terutama dengan hadirnya kawasan industri dan manufaktur.

“Daerah-daerah yang dulu menjadi penyumbang urbanisasi terbesar sekarang mulai tumbuh secara ekonomi, terutama dengan hadirnya industri manufaktur. Ini bisa mengurangi ledakan penduduk di Surabaya setiap habis Lebaran,” tuturnya.

Ia menegaskan, pemerataan pembangunan menjadi kunci agar arus urbanisasi dapat berkurang secara alami. “Saya pikir pemerataan pembangunan itu kunci penting ke depan agar urbanisasi bisa berhenti dengan sendirinya dan kesejahteraan bisa merata di semua kabupaten dan kota di Jawa Timur,” tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.