07 March 2026

Get In Touch

Kantor Pos Malang Sebut Konflik AS-Iran Pengaruhi Pola Kiriman Uang PMI dari Negara Arab

Ilustrasi: Kantor Pos Indonesia Cabang Utama Malang, Jalan Merdeka Selatan, Kota Malang. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Kantor Pos Indonesia Cabang Utama Malang, Jalan Merdeka Selatan, Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut memengaruhi pola pengiriman uang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari negara-negara Arab. Kantor Pos Cabang Utama Malang mencatat, situasi tersebut berpotensi berdampak pada mekanisme serta volume remitansi yang dikirim para PMI ke Indonesia.

"Pengiriman dari negara-negara Arab itu cukup berpengaruh juga karena keadaan perang AS dan Iran. Pasti ada imbasnya," ujar Manajer Operasi Pelayanan Kantorpos Cabang Utama Malang, Wahyu R. Wibowo, Jumat (6/3/2026).

Dijelaskannya, mekanisme pengiriman uang dari negara-negara Arab umumnya tidak dilakukan secara langsung oleh para pekerja migran Indonesia. Berbeda dengan di beberapa negara tujuan PMI lainnya, seperti Hong Kong dan Korea Selatan.

Menurutnya, sebagian besar pekerja migran di negara-negara Arab biasanya menitipkan uang yang akan dikirim kepada agen atau pihak tertentu. Selanjutnya agen tersebut yang memproses pengiriman remitansi ke negara tujuan.

Sementara itu, untuk pengiriman dari Hong Kong maupun Korea Selatan, para pekerja migran umumnya melakukan transaksi secara mandiri melalui layanan remitansi. Pola pengiriman yang lebih langsung tersebut membuat arus kiriman uang dari kedua negara tersebut relatif lebih stabil.

Wahyu menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir Hong Kong dan Korea Selatan memang masih menjadi 2 negara dengan kontribusi terbesar dalam pengiriman remitansi PMI yang diterima melalui Kantor Pos Malang.

"Kalau untuk negara seperti Arab ataupun wilayah Arab lainnya memang pengirimannya relatif lebih sedikit. Biasanya yang besar itu dari Hong Kong dan Korea, khususnya untuk pekerja migran asal Malang," terangnya.

Di sisi lain, Wahyu juga mencatat adanya penurunan jumlah transaksi kiriman uang dari luar negeri selama pertengahan Ramadan 2026, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, disebutkannya pada pertengahan Ramadan 2025 jumlah transaksi yang diterima melalui Kantor Pos Malang tercatat mencapai 1.534 item.

Namun hingga pertengahan Ramadan 2026, jumlah transaksi yang masuk baru mencapai sekitar 917 item. Dengan demikian, terdapat penurunan sekitar 617 transaksi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Penurunan juga terjadi pada nilai nominal remitansi yang diterima. Jika pada pertengahan Ramadan 2025 total nilai kiriman uang mencapai sekitar Rp7,3 miliar, maka pada periode yang sama tahun 2026 nilainya tercatat sekitar Rp5,2 miliar.

"Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terdapat selisih nilai remitansi sekitar Rp1,8 miliar," pungkas Wahyu. (*)


Reporter: Santi Wahyu

Editor: Lutfiyu Handi 

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.