07 March 2026

Get In Touch

Iran Pamer Lusinan Drone Tempur di Bunker Bawah Tanah, Siap Gempur Pangkalan AS

Bunker bawah tanah yang dipenuhi deretan drone tempur milik Iran dipaemerkan oleh televisi Iran Fars setelah serangan AS dan Israel dalam operasi gabungan pada Sabtu (28/2/2026) (Telegram FarsNA via New York Post)
Bunker bawah tanah yang dipenuhi deretan drone tempur milik Iran dipaemerkan oleh televisi Iran Fars setelah serangan AS dan Israel dalam operasi gabungan pada Sabtu (28/2/2026) (Telegram FarsNA via New York Post)

TEHERAN (Lentera) -Media pemerintah Iran menayangkan rekaman langka dari dalam sebuah bunker bawah tanah yang dipenuhi deretan drone tempur.

Video tersebut dirilis di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah rangkaian serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Dalam rekaman itu, puluhan drone terlihat tersusun rapi di terowongan terang benderang dengan latar musik dramatis.

Armada drone di terowongan bawah tanah

Rekaman yang disiarkan kantor berita Fars News Agency memperlihatkan armada drone tanpa awak berada di atas peluncur roket dan bak truk militer.

Drone-drone tersebut berjejer di kedua sisi lorong panjang yang dihiasi berbagai bendera Iran. 

Menurut laporan Daily Mail yang dikutip dalam sumber, drone yang ditampilkan diduga merupakan tipe Shahed—drone murah yang biaya produksinya hanya beberapa ribu dolar AS per unit. Drone jenis ini dikenal luas karena penggunaannya dalam berbagai konflik di kawasan.

Penayangan video tersebut disebut sebagai bagian dari propaganda yang menonjolkan kesiapan militer Iran, terutama dalam penggunaan sistem pesawat nirawak jarak jauh.

Serangan balasan ke pangkalan AS di Timur Tengah

Iran dilaporkan telah meluncurkan drone ke sejumlah wilayah Timur Tengah sebagai bagian dari serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel menyusul operasi militer yang disebut “Epic Fury” dan “Lion Roar”.

Serangan tersebut menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara tetangga, termasuk Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait. Salah satu serangan paling mematikan terjadi di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait.

Enam personel militer AS dilaporkan tewas dalam serangan drone Iran yang menghantam lokasi tersebut.

Mereka yang gugur di antaranya Cody Khork (35) dari Florida, Noah Tietjens (42) dari Nebraska, Nicole Amor (39) dari Minnesota, dan Declan Coady (20) dari Iowa.

Kepemimpinan Iran terguncang

Di sisi lain, militer Iran disebut mengalami pukulan besar akibat serangan awal dalam operasi gabungan pada Sabtu.

Dalam serangan itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sekitar 40 pejabat senior lainnya dilaporkan tewas di dalam kompleks pertahanan yang dibentengi di pusat Teheran.

Kehilangan besar di jajaran pimpinan tersebut disebut-sebut melumpuhkan struktur komando Iran pada tahap awal konflik. Namun demikian, Iran tetap melanjutkan peluncuran drone dan rudal sebagai respons.

Sebagian besar senjata yang diluncurkan disebut berhasil dicegat dan ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara negara-negara tetangga.

Pesawat Iran ditembak jatuh jet Israel

Mengutip Kompas, pada Rabu (4/3/2026), militer Israel mengumumkan bahwa jet tempur F-35I miliknya berhasil menembak jatuh pesawat Iran buatan Rusia di atas Teheran.

Jet F-35I yang dijuluki “Adir”—yang dalam bahasa Ibrani berarti “Yang Perkasa”—dilaporkan terlibat pertempuran udara dengan pesawat latih tempur YAK-130 milik Angkatan Udara Iran. Insiden tersebut dikonfirmasi pejabat militer Israel (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.