TRENGGALEK (Lentera) - Longsor yang menutup ruas jalan nasional kilometer 16 Trenggalek–Ponorogo di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, mulai tertangani. Material longsor berupa batu berukuran besar dari tebing menutup badan jalan sehingga membutuhkan alat berat untuk proses pembersihan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Satker Wilayah II BBPJN Jatim-Bali, Endhy Aktony, mengatakan sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk menangani longsor tersebut. Penanganan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan sesuai arahan tim Basarnas di lokasi.
"Kami menurunkan empat alat, yaitu satu breaker, dua excavator, dan satu loader. Namun pengerjaan belum bisa maksimal karena harus mengikuti rekomendasi dari Basarnas terkait faktor keamanan,” ujar Endhy Aktony, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, proses penanganan awal difokuskan pada pemecahan batu besar yang menutup jalan menggunakan breaker. Setelah batu terpecah, material akan dipindahkan menggunakan excavator dan loader.
“Dari Basarnas disarankan untuk menggunakan breaker terlebih dahulu agar batu besar bisa dipecah. Setelah itu baru dimuat menggunakan excavator,” katanya.
Pihaknya menargetkan proses pembersihan badan jalan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hari, agar akses kendaraan bisa kembali dibuka.
Sementara itu, untuk penanganan permanen masih menunggu kajian dari tim perencanaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Hal ini diperlukan untuk menentukan langkah teknis yang tepat, termasuk terkait kondisi tanah di sekitar lokasi longsor.
“Penanganan permanen nanti menunggu tim perencanaan dari balai. Untuk pembangunan talud misalnya, perlu penyelidikan tanah terlebih dahulu agar perbaikannya tidak sia-sia jika ada longsoran dari atas,” ungkap Endhy.
Untuk sementara, perbaikan jalan akan difokuskan pada meratakan permukaan yang terdampak longsor. Material akan ditimbun agar kondisi jalan tidak bergelombang dan tetap aman dilalui.
“Yang penting sementara kita ratakan dulu, bisa ditimbun menggunakan material kelas A agar permukaannya tidak jendol dan tetap rata,” ujarnya.
Endhy juga memastikan penanganan sementara ditargetkan rampung sebelum arus mudik Lebaran. Nantinya permukaan jalan akan dilapisi aspal (blacktop) agar bisa dilalui kendaraan dengan aman.
“Insyaallah sebelum Lebaran sudah blacktop. Di bagian bawah kemungkinan juga akan dipasang terpal agar tidak terus terkena air sambil menunggu perencanaan permanen,” katanya.
Selain itu, pihak BBPJN juga melakukan pemantauan terhadap potensi longsor susulan dengan bekerja sama dengan Basarnas.
“Kami juga bekerja sama dengan Basarnas untuk melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan,” tutupnya.
Reporter: Herlambang
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
