04 March 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi dan Renovasi 60 Sekolah di Pulau Madura serta Inisasi Program "Mama Mau Naik Kelas”

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani prasasti Revitalisasi dan Renovasi sekolah di pulau Madura, Selasa (3/3/2026)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani prasasti Revitalisasi dan Renovasi sekolah di pulau Madura, Selasa (3/3/2026)

SAMPANG (Lentera) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mereskiman revitalisasi dan renovasi 60 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di empat Kabupaten di Pulau Madura, Selasa (3/3/2026). Dalam kesempatan itu juga meluncurkan "Mama Mau Naik Kelas” (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas).

Peresmian yang mencakup Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep ini dipusatkan di SMKN 2 Sampang, Selasa (3/3/2026). Untuk program revitalisasi dan renovasi 60 sekolah ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menganggarkan Rp47.831.355.253.

Pembangunan dan revitalisasi sarana prasarana pendidikan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan. Ruang kelas, laboratorium, toilet, hingga asrama bukan sekadar bangunan fisik, tetapi media pendukung utama agar proses belajar mengajar berjalan optimal.

“Kalau fasilitasi layanannya makin baik, suasana proses belajar mengajarnya juga makin baik. Kita berharap prestasi akademiknya meningkat, sekaligus lebih mudah membangun karakter anak-anak, terutama di sekolah berbasis asrama,” kata Gubernur Khofifah.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa program Mama Mau Naik Kelas bukan sekadar slogan, melainkan gerakan terukur untuk mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan. Menurutnya, kemajuan suatu daerah diukur melalui parameter global, seperti penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, serta mutu pendidikan yang berdaya saing.

"Jadi bukan ini maju atau tidak maju tapi bahwa ada kemajuan yang diukur oleh dunia Mama Mau Naik Kelas Madura maju Madura unggul berarti punya keunggulan kompetitif dan punya keunggulan komparatif dan Madura naik kelas," ujarnya.

Program ini diarahkan untuk memperkuat literasi dan numerasi siswa, sekaligus meningkatkan angka partisipasi lulusan SMA/SMK di  Madura yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi. 

Dia juga mengatakan bahwa Madura menjadi titik depan pembangunan nasional. Termasuk diantaranya adalah pembangunan bidang penndidikan. Gubernur Khofifah menyebut, keberhasilan dari pembanguna karena kerja keras semua pihak, termasuk saling kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pusat.

​Melalui program Mama Mau Naik Kelas, Gubernur Khofifah berpesan pada para kepala sekolah dan guru supaya lebih bersemangat untuk mengantarkan putra-putrinya atau anak didiknya untuk bisa menempuh Pendidikan lebih tinggi baik itu melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

“Target alumni yang diterima 20 persen, dua kali dari yang diterima tahun lalu. Akan ada reward, reward-nya jelas kategori, imbasnya ke kepala sekolah, insyaallah akan kita lakukan revitalisasi secara lebih komprehensif,” katanya.

​Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan bahwa program revitalisasi dan renovasi sekolah merupakan bagian dari tanggung jawab dalam strategi pembangunan Jawa Timur di bidang Pendidikan. Dengan program di wilayah Madura, Aries berharap kualitas SDM pendidikannya makin meningkat. “Termasuk, kita harapkan prestasi bagi murid-murid kita di wilayah Madura semakin maju dan besar. Kita berikan apresiasi kepada Ibu Gubernur,” katanya.

Lebih lanjut Aries menjelaskan bahwa revitalisasi dan rehabilitasi SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Madura merupakan komitmen Ibu Gubernur dalam pemerataan mutu dan layanan pendidikan.

Dia mengatakan penandatanganan Prasasti oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merupakan bagian dari komitmen prioritas utama dengan tiga tujuan yaitu meningkatkan kualitas dan kenyamanan peserta didik serta guru; meningkatkan keamanan lingkungan satuan Pendidikan; dan menciptakan kelayakan bagi para murid dalam proses peningkatan mutu pendidikan agar tidak terjadi kesenjangan antara wilayah kepulauan dan daratan.

Untuk wilayah Madura, lanjut Aries, total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp47.831.355.253 dengan total 60 lembaga penerima program. Rinciannya adalah Bangkalan ada 16 Lembaga dengan anggaran Rp14,1 miliar; Sampang ada 15 lembaga dengan anggaran Rp14,3 miliar; Pamekasan ada 13 lembaga dengan anggaran Rp5,8 miliar; dan Sumenep sebanyak 16 lembaga dengan anggaran Rp13,5 miliar.

“Jenis pekerjaan yang dilakukan meliputi rehabilitasi ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium IPA, ruang administrasi, perpustakaan, toilet, ruang UKS, ruang OSIS, ruang BK, hingga pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan ruang praktik SMK (seperti teknik kendaraan ringan dan teknik sepeda motor),” katanya.

Aries menandaskan  revitalisasi fisik saja tidak cukup. Karena itu, pada tahun 2026 ini Dinas Pendidikan Jatim mendorong akselerasi mutu akademik melalui program Mama Mau Naik Kelas.

“Program ini diinisiasi oleh Ibu Gubernur untuk fokus meningkatkan kualitas pendidikan agar persentase murid di Madura yang masuk melalui jalur SNBP dan SNBT tahun 2026 ini meningkat. Kami sudah melakukan penjajakan dengan berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jawa Timur dan responsnya sangat luar biasa,” katanya.

Untuk mencapai tujuan dari program tersebut, maka ada beberapa langkah strategis yang telah disiapkan. Langkah tersebut yaitu melakukan penunjukan 12 SMA Negeri sebagai pilot project, pendataan pemetaan siswa eligible SNBP secara terstruktur (target meningkat 2 kali lipat), penguatan akademik melalui pendampingan intensif dan Try Out UTBK-SNBT standar nasional, dan target kelulusan siswa eligible ke PTN mencapai 90% hingga 100%.

“Ibu Gubernur juga menjanjikan bahwa bagi sekolah yang siswanya berhasil masuk PTN dua kali lipat lebih banyak, sarana prasarananya akan ditambah lagi oleh Pemerintah Provinsi,” tegasnya.

Selain itu, Aries juga mengintegrasikan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang telah berjalan di 100 sekolah di Madura sebagai penguatan karakter kemandirian.

“Pada kesempatan ini, kami juga mohon berkenan Ibu Gubernur menyerahkan bantuan biaya pendidikan bagi 40 murid berprestasi dari keluarga kurang mampu di empat kabupaten di Madura,” pungkas Arie.

Sementara itu, Bupati Sampang, Slamet Junaidi mengucapkan terima kasih pada Gubernur Khofifah atas program khususnya dalam bidang Pendidikan. “Mudah-mudahan Bunda Gubernur selalu diberikan kesehatan, panjang umur, sukses, mudah-mudahan kariernya nanti akan naik sehingga masih peduli kepada Jawa Timur, bisa memimpin Jawa Timur, bisa memajukan Jawa Timur dan Madura,” katanya. (*)

 

Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.