MALANG (Lentera) - Pasokan telur ayam untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Malang Barat mengalami kekurangan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat terpaksa mendatangkan telur dari luar daerah.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berjanji akan segera mencari solusi agar kebutuhan telur dapat dipenuhi dari peternak terdekat.
"Saat ini kondisi terkait bahan baku di lapangan, kami mengalami kesulitan. Terlebih kami di wilayah Malang Barat, untuk komoditas telur ayam kami mengambil dari kabupaten sebelah," ujar Koordinator Kecamatan (Korcam) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kasembon, Fikri Haikal, dikutip pada Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, meskipun mitra atau supplier SPPG merupakan warga lokal Kasembon, pasokan telur yang tersedia belum mencukupi kebutuhan operasional dapur MBG.
Fikri tidak menyebutkan jumlah kebutuhan telur ayam secara pasti di wilayahnya. Namun ia menegaskan untuk menutup kekurangan tersebut, mitra SPPG kemudian bekerja sama dengan peternak di wilayah Kabupaten Blitar maupun Kediri. Guna memastikan suplai tetap terpenuhi.
Fikri berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dapat membantu persoalan ketersediaan bahan baku, khususnya telur ayam, agar dapat dipenuhi dari wilayah Kabupaten Malang, terutama Malang Barat. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pangan dalam program MBG.
Selain persoalan pasokan telur, Fikti juga menyoroti proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Disebutkannya koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) telah berjalan dengan baik, namun antrean penerbitan SLHS diharapkan dapat dipercepat.
"Tetapi terkait dengan antrean penerbitan SLHS mungkin juga bisa dibantu agar lebih mudah dan cepat. Karena kami di SPPG juga dituntut segera melengkapi SLHS itu," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar, menyatakan untuk komoditas sayur mayur di wilayah Malang Barat seharusnya tidak menjadi persoalan. Ia menyebut keberadaan Pasar Mantung di Kecamatan Pujon dapat menjadi pusat distribusi sayuran bagi SPPG di Malang Barat.
Sedangkan untuk kebutuhan telur ayam, Budiar menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Timur. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mencari informasi dan kemungkinan mendatangkan telur dari peternak terdekat.
"Untuk telur ayam, kami nanti akan berkoordinasi dengan pengusaha peternakan sekaligus Ketua Pinsar Jawa Timur, Pak Kholik. Paling tidak kami akan mencari info untuk mendatangkan telur dari peternak terdekat," ujarnya.
Terkait SLHS, Budiar menjelaskan dari total 199 SPPG yang telah beroperasi, sebanyak 133 di antaranya sudah mengantongi sertifikat tersebut. Diakuinya proses penerbitan membutuhkan survei dan verifikasi di lapangan sehingga memerlukan waktu.
"Kami juga minta agar Dinkes bisa mempercepat prosesnya," jelasnya.
Budiar menambahkan, beberapa SPPG lainnya juga telah mengajukan permohonan SLHS, namun proses penilaian masih berlangsung. Meski demikian, Pemkab Malang meminta agar proses tersebut dapat dipercepat tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)
