01 March 2026

Get In Touch

Pansus DPRD Jatim Dalami Kinerja Bank Jatim dan Bank UMKM

Suasana Rapat Pansus BUMD DPRD Jatim yang Dipimpin Wakil Ketua Pansus, Abubakar
Suasana Rapat Pansus BUMD DPRD Jatim yang Dipimpin Wakil Ketua Pansus, Abubakar

SURABAYA (Lentera) Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur terus mendalami kinerja dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor perbankan, yakni Bank Jatim dan Bank UMKM Jawa Timur.

Ketua Pansus BUMD, dr Agung Mulyono, mengatakan pembahasan masih berada pada tahap pengumpulan data dan assessment sebagai bagian dari pendalaman sebelum penyusunan rekomendasi final.

“Masih tahap pengumpulan data dan assessment. Kami mendalami dan memaknai bagaimana kinerja mereka. Penajaman dilakukan agar rekomendasi nanti benar-benar tepat,” ungkapnya, Sabtu (28/2/2026).

Politisi Denokrat tersebut menargetkan rekomendasi Pansus dapat rampung pada Mei–Juni 2026. Pansus, kata dia, ingin memastikan BUMD memiliki arah yang sama, yakni memberikan dividen optimal bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita membutuhkan perusahaan yang sehat dan mampu berkolaborasi. Ending-nya jelas: dividen untuk Pemprov Jatim dan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

Pansus dijadwalkan masih akan mengundang sejumlah BUMD lain untuk pendalaman data, termasuk kemungkinan melakukan pertemuan ulang apabila terdapat aspek yang perlu diklarifikasi lebih jauh. Proses penajaman akan terus dilakukan hingga rumusan rekomendasi dinilai matang.

Menurut Agung, tugas Pansus bukan hanya mencari kekurangan, tetapi juga membangun pemahaman bersama mengenai karakter BUMD yang dibutuhkan Jawa Timur ke depan.

“Akhirnya, ini semua untuk memastikan BUMD memberikan dividen yang sehat bagi provinsi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan dinamika perbankan daerah yang terus berkembang dan kebutuhan publik yang semakin kompleks, Pansus berharap kontribusi BUMD dapat semakin signifikan bagi pembangunan ekonomi Jawa Timur. Rekomendasi akhir yang disusun diharapkan mampu memberi arah strategis bagi penguatan BUMD ke depan.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Pansus BUMD, Abubakar, menyoroti diferensiasi pasar antara Bank Jatim dan Bank UMKM Jawa Timur. Menurutnya, kedua bank memiliki segmen berbeda namun berpotensi untuk berkolaborasi.

“Bank Jatim dan Bank UMKM punya market yang berbeda, dan insya Allah bisa tumbuh bersama. Bank UMKM fokus pada sektor UMKM, sedangkan Bank Jatim menangani pasar yang lebih besar,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan Good Corporate Governance (GCG), khususnya hubungan kerja antara direksi dan komisaris. Pengawasan dan penentuan target, menurutnya, harus berjalan efektif agar tidak muncul persoalan seperti masa lalu.

Selain itu, Pansus turut meninjau sejumlah indikator kinerja seperti BOPO, NPL, dan proyeksi dividen. Secara umum, kinerja Bank Jatim dinilai tergolong baik, meski masih membutuhkan sejumlah perbaikan. Inovasi layanan digital seperti pengembangan platform J-Connect diapresiasi sebagai langkah maju.

“Ada perbaikan-perbaikan yang sudah mulai terlihat. Ini menjadi catatan sekaligus perencanaan perbaikan ke depan,” pungkasnya.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.