MALANG (Lentera) - Insiden ambruknya kandang ayam di Dusun Pijiombo, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Selasa (24/2/2026) pagi, mengakibatkan 2 orang pekerja meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.19 WIB dan langsung ditangani tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bersama unsur terkait.
"Pukul 09.20 WIB kami menerima laporan dan langsung berkoordinasi dengan sumber informasi. Pukul 09.30 WIB laporan diteruskan kepada pimpinan untuk tindak lanjut," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, dalam update laporan kejadian yang diterima pada pukul 12.45 WIB.
Dijelaskannya, berdasarkan kronologi sementara di lapangan, kandang ayam milik warga bernama Wawan, diduga ambruk akibat bagian belakang sisi utara bangunan mengalami amblas. Kondisi tersebut diperparah oleh kapasitas kandang yang berlebihan sehingga struktur tidak mampu menopang beban.
Saat kejadian, sejumlah pekerja berupaya menyelamatkan diri. Beberapa di antaranya berhasil keluar dari lokasi sebelum bangunan roboh total. Namun, sebagian pekerja lainnya terjebak di bawah reruntuhan konstruksi besi dan material bangunan.
Dalam proses evakuasi, petugas menemukan 3 korban dalam kondisi luka-luka dan segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, 2 pekerja lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah 1 pekerja sempat dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian intensif.
Data korban yang dihimpun menyebutkan korban meninggal dunia adalah Thomas, warga Kromengan, dan Rian, warga Lumajang. Keduanya kemudian dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan untuk penanganan lebih lanjut.
"Adapun korban selamat yang mengalami luka-luka antara lain Yanto (Pijiombo), Yono (Madiun), Yanuar (Pijiombo), Roni (Pijiombo), dan Woto (Pijiombo/Peniwen)," kata Purwoto.
Selain menimbulkan korban jiwa, insiden ini juga menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan kandang berukuran kurang lebih 12 x 50 meter persegi. Di dalamnya terdapat sekitar 25.000 ekor ayam ternak. Hingga kini, tingkat kerusakan dan nilai kerugian material masih dalam tahap asesmen oleh petugas. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
