Refleksi Setahun Kepemimpinan, Bupati dan Wabup Madiun Tegaskan Komitmen Turunkan Kemiskinan
MADIUN (Lentera) – Setahun memimpin Kabupaten Madiun, Bupati Hari Wuryanto dan Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan publik dan menuntaskan berbagai program prioritas, terutama penurunan angka kemiskinan. Refleksi satu tahun kepemimpinan pasangan tersebut digelar secara sederhana namun penuh makna melalui sahur bersama di Pendapa Muda Graha, Jumat dini hari (20/2/2026).
Momentum refleksi yang berlangsung sekitar pukul 00.30 WIB itu menjadi penanda perjalanan satu tahun sejak keduanya dilantik. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kami sudah berupaya maksimal memberikan layanan terbaik, tapi tentu ada yang belum bisa maksimal dan itu akan kami perbaiki,” ujar bupati yang akrab disapa Mas Hari Wur.
Selama satu tahun kepemimpinan, Kabupaten Madiun mencatat sejumlah capaian positif. Tercatat sebanyak 28 penghargaan berhasil diraih dari berbagai sektor. Selain itu, Indeks Reformasi Birokrasi mencapai angka 85,73, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 74,47, serta Indeks Risiko Bencana berhasil ditekan menjadi 114,33.
Dari sisi ekonomi dan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2025 mencapai 5,14 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 75,47, tingkat kemiskinan tercatat 10,40 persen, serta tingkat pengangguran berhasil ditekan menjadi 3,22 persen.
Memasuki tahun kedua masa kepemimpinan, Pemkab Madiun memfokuskan perhatian pada percepatan penurunan angka kemiskinan yang saat ini masih berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur, yakni 9,2 persen. Tiga kecamatan ditetapkan sebagai lokus prioritas, yaitu Saradan, Pilangkenceng, dan Gemarang.
“Lokusnya sudah ketemu, sasarannya sudah ada, tinggal tindak lanjutnya,” tegasnya.
Sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan, Pemkab Madiun menyiapkan program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi keluarga miskin desil 1 dan 2. Program ini menggunakan sistem berasrama dan memberikan kesempatan pendidikan hingga jenjang D1, sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, berbagai instruksi strategis juga diberikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya mendorong inovasi layanan puskesmas, percepatan pembentukan dan penguatan koperasi desa, serta percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk proyek jalan tembus Alun-Alun Caruban menuju Jalan Ahmad Yani.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi menegaskan bahwa refleksi satu tahun kepemimpinan ini menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen pelayanan kepada masyarakat.
“Masyarakat tidak butuh retorika, tapi perwujudan. Kita harus berani berinovasi dan ada hasilnya,” tegasnya.
Melalui berbagai capaian dan program strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Madiun optimistis mampu mendorong pembangunan yang lebih merata, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan Kabupaten Madiun yang semakin maju dan berdaya saing.(Adv)
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor:Widyawati





.jpg)
