17 February 2026

Get In Touch

Kasus Menurun di 2025, Pemkot Batu Ingatkan Warga Tak Lengah Cegah Lonjakan DBD

Cegah DBD, Wali Kota Batu, Nurochman melakukan pengecekan aliran air dan Pemberantasan Sarang Nyamuk di Kelurahan Sisir. (dok. Prokopim Kota Batu)
Cegah DBD, Wali Kota Batu, Nurochman melakukan pengecekan aliran air dan Pemberantasan Sarang Nyamuk di Kelurahan Sisir. (dok. Prokopim Kota Batu)

BATU (Lentera) - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batu mengalami penurunan pada tahun 2025, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat warga lengah.

Upaya pencegahan harus terus diperkuat, guna mengantisipasi potensi lonjakan kasus di tahun 2026 ini.

Menurut Wali Kota Batu, Nurochman menurunnya angka kasus DBD pada 2025 tidak boleh membuat kewaspadaan masyarakat menurun, pengendalian DBD tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

"Penurunan kasus di tahun 2025 patut kita syukuri, tetapi jangan sampai lengah. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) harus menjadi gerakan bersama dan dilakukan rutin dari rumah masing-masing. Kunci keberhasilannya ada pada partisipasi masyarakat," ujarnya, dikutip pada Senin (16/2/2026).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu, tren infeksi dengue di wilayah Kota Batu cenderung berfluktuasi selama 3 tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 129 kasus DBD. Angka tersebut melonjak signifikan menjadi 444 kasus pada 2024. Sementara pada 2025, jumlah kasus berhasil ditekan menjadi 169 kasus.

Berdasarkan pola tersebut, pemerintah daerah menilai kewaspadaan kolektif menjadi faktor krusial agar lonjakan kasus seperti pada 2024 tidak kembali terulang. Upaya preventif melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk secara rutin dinilai lebih efektif dan berkelanjutan dibandingkan penanganan ketika kasus sudah meningkat.

Dalam kesempatan itu, Cak Nur, sapaan akrab Wali Kota Batu ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan gerakan 3M Plus untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. 

"Langkah tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat tempat penyimpanan air, mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta berbagai upaya pencegahan tambahan lainnya," katanya. 

Imbauan tersebut disampaikan saat Cak Nur memimpin langsung pelaksanaan PSN serentak di RW 9, RW 10, dan RW 12 Kelurahan Sisir, bersama jajaran perangkat daerah dan Dinas Kesehatan. Kegiatan ini, menurutnya menjadi bagian dari penguatan gerakan masyarakat hidup sehat di tingkat lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Cak Nur juga telah menyerahkan paket PSN kepada para Ketua RW sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pengendalian DBD di tingkat lingkungan.

"Paket ini diharapkan dapat menunjang pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk secara mandiri dan berkelanjutan," terangnya. 

Sebagai informasi, selain memantau pelaksanaan PSN, Cak Nur juga mengunjungi sejumlah warga rentan di wilayah Kelurahan Sisir, di antaranya penderita penyakit paliatif, balita stunting, serta lansia. Untuk memastikan kelompok rentan tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan yang memadai.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterabandung.com.
Lenterabandung.com.